suplemenGKI.com

Senin, 7 Juni 2021

06/06/2021

Allah yang berkuasa

Yehezkiel 17:22-24

Pengantar

Kadang kita merasa hidup ini berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau pikirkan. Dalam menghadapi kenyataan yang demikian seringkali kita bertanya, apakah Tuhan terlibat di dalam kehidupan yang sedemikian ini? Melalui saat teduh hari ini kita akan belajar mengenai keterlibatan Allah dalam kehidupan manusia.

Pemahaman

-    Menurut Saudara, hal-hal apakah yang mencerminkan kuasa Allah dalam ayat perenungan kita hari ini?

-    Dapatkah Saudara menyebutkan tiga pengalaman dalam hidup Saudara, yang menunjukkan kuasa Allah di dalam hidup Saudara?

Fokus dari ayat perenungan kita hari ini adalah Allah. Hal ini dapat kita lihat dari bagaimana tindakan-tindakan Allah disebutkan dalam bentuk kalimat aktif, bahkan ditegaskan dengan kalimat bahwa Allah sendiri yang bertindak. “Aku sendiri akan mengambil…… mematahkannya…… menanam…… ” (ay. 22). Apa yang diambil, dipatahkan, dan ditanam Allah di sini tentu saja bukan berbicara tentang pepohonan secara hurufiah. Pepohonan di sini merupakan lambang dari kerajaan-kerajaan. Penggambaran seperti ini juga dilakukan di dalam pasal 31, pada waktu berbicara tentang Mesir. Ini berarti Allah memiliki kuasa untuk menegakkan atau meruntuhkan kerajaan-kerajaan yang ada di dunia ini.

Kekuasaan Allah atas seluruh kerajaan di dunia ini ditegaskan kembali dengan lebih jelas di dalam ayat 24, “Maka segala pohon di ladang akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali. Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan akan membuatnya.” Dalam pernyataan ini nampak bagaimana kuasa Allah dapat bekerja sekalipun secara manusia tidak mungkin terjadi. Pohon yang sedang tumbuh adalah pohon yang memiliki dedaunan segar, namun Allah sanggup membuatnya menjadi layu kering. Sebaliknya, pohon yang layu kering tidak akan bertunas, namun Allah sanggup membuatnya bertaruk kembali.

Refleksi:

Mengingat kuasa Allah yang sedemikian dahsyat tersebut seharusnya membuat kita menjadi tenang, karena Allah yang begitu berkuasa itu adalah Allah yang memelihara kita. Sekalipun kita berada dalam situasi yang seakan menindih dan menghempas kita, namun ada kuasa Allah yang sanggup menolong kita. Allah sanggup membalikkan keadaan.

Tekadku:

Doa: Bapa surgawi tolonglah kami untuk belajar berserah kepada-Mu. tolonglah kami untuk tetap hidup dalam genggaman tangan kuasa-Mu, Amin.

Tindakanku:

Saya akan mengatakan kepada diri saya sendiri bahwa kuasa Allah tak terbatas, Dia sanggup memimpin serta menolong saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«