suplemenGKI.com

Senin, 26 Juli 2021

25/07/2021

Keluaran 16:2-5

 

“Kelaparan Menggoyahkan Ketaatan”

Pengantar:

Ada cerita tentang seorang anak sekolah yang cidera akibat mencoba melompat pagar kawat berduri kebun mentimun orang. Ketika ia pulang sekolah di tengah teriknya matahari ia sangat kehausan. Biasanya ia tidak pernah tertarik untuk ingin memetik buah mentimun di kebun tersebut, karena ia ingat pesan ibunya bahwa jangan pernah mengambil milik orang lain. Tapi hari itu ia sangat haus, maka ia berpikir “ah sekali ini saja, terpaksa karena sangat haus”. Dengan tidak berpikir panjang ia melompat pagar kawat berduri itu tetapi punggung kaki kirinya tersangkut kawat berduri sehingga terluka cukup parah. Dia menangis dan sadar bahwa dia sudah tidak taat pada perkataan ibunya, akibatnya dia mengalami cidera yang cukup parah. Bangsa Israel bersungut-sungut kepada Musa dan Harun karena kelaparan.

Pemahaman:

  1. Mengapa bangsa Israel bersungut-sungut kepada Musa dan Harun? (v. 1-2)
  2. Mengapa bangsa Israel menganggap di Mesir lebih baik dari pada ikut Tuhan? (v. 3)
  3. Apa tujuan Tuhan akan menurunkan roti dari langit untuk bangsa Israel? (v. 4-5)

Kebutuhan mendasar manusia adalah pangan/makanan. Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka ia akan mengalami kegoncangan. Itu sebabnya tidak sedikit orang yang kemudian bertindak nekat tanpa berpikir panjang sehingga: mencuri, merampok, korupsi dan sebagainya karena ia sedang goncang karena kebutuhan pokoknya mendorong ia untuk melakukannya. Bangsa Israel yang baru saja dibawa keluar dari Mesir oleh Tuhan sedang mengalami kegoyahan ketaatan karena kebutuhan pokok mereka tidak terpenuhi, akibatnya mereka bersungut-sungut kepada Musa dan Harun yang secara tidak langsung kepada Tuhan. Bukan hanya bersungut-sungut, mereka juga mulai berpikir tidak realistis yaitu merasa di Mesir lebih baik. Padahal di Mesir mereka hidup dalam perbudakan dengan kerja paksa tanpa belas kasihan, itu sebabnya Tuhan membebaskan mereka dengan membawa mereka keluar dari Mesir. Tetapi apa yang dilakukan Tuhan itu masih belum cukup membuat mereka mengerti kebaikan Tuhan, sehingga belum terlihat adanya ketaatan mereka kepada Tuhan.  Itu sebabnya Tuhan akan menurunkan roti yang berlimpah-limpah tetapi dengan aturan bahwa mereka hanya boleh memungut sesuai kebutuhan mereka sehari-hari. Apakah mereka taat pada aturan Tuhan itu? Ayat 20 mencatat ternyata masih ada yang tidak taat pada aturan Tuhan sehingga mengumpulkan tidak sesuai aturan Tuhan, akibatnya roti itu menjadi berulat.

Refleksi:
Saudara, mari kita renungkan. Pernahkah kita menyadari bahwa seringkali kita tidak taat pada perintah Tuhan adalah karena tidak terpenuhi kebutuhan pokok? Mari kita belajar mengutamakan ketaatan pada Tuhan, yakinlah Ia akan mencukupi kebutuhan pokok kita.

Tekadku:
Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk lebih mengutamakan ketaatan kepada-Mu, Aku yakin Engkau juga akan mempedulikan apa yang aku butuhkan dalam hidup ini.

Tindakanku:
Saya mau belajar lebih mengutamakan untuk taat pada perintah-perintah Tuhan dan tentang penghidupan saya biarlah itu menjadi bagian Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«