suplemenGKI.com

Selasa, 8 Juni 2021

07/06/2021

Memuliakan Allah

Mazmur 92:1-8

Pengantar

Konon sebagian orang menganggap orang kristen adalah umat yang bernyanyi. Pada waktu hatinya gembira bernyanyi, tapi pada waktu hatinya sedih juga menyanyi. Hari ini kita akan merenungkan Mazmur 92:1-8, sebuah mazmur yang mengajak kita untuk bernyanyi. Mari kita hayati seruan Pemazmur yang mengajak kita untuk bernyayi tersebut.

Pemahaman

-    Apa yang Saudara temukan di dalam seruan Pemazmur terkait dengan memuliakan Allah?

-    Apakah alasan yang dikemukakan Pemazmur di dalam memuliakan Allah?

Pemazmur membuka mazmur ini dengan sebuah seruan, “Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN”. Hal menarik yang patut kita perhatikan di dalam seruan ini adalah Pemazmur menyejajarkan antara menyanyikan syukur kepada TUHAN, dengan menyanyikan mazmur bagi TUHAN, serta memberitakan kasih setia TUHAN. Dengan menyejajarkan ketiga hal tersebut, kita dapat melihat bahwa di dalam memuliakan Allah Pemazmur bukan sekadar menyanyikan lagu-lagu yang riang sebagai ungkapan sukacitanya belaka, tetapi fokus dari pujian itu adalah sebuah kesaksian, yang memberitakan kasih setia TUHAN. Dengan kata lain, fokus nyanyian syukur Pemazmur bukanlah sekadar mengekspresikan sukacitanya, melainkan memberitakan kasih setia TUHAN.

Tindakan Pemazmur dalam memberitakan kasih setia TUHAN di sini dilakukan baik pada waktu pagi maupun pada waktu malam. Penyebutan waktu di sini menunjukkan bagian awal dan akhir kehidupan dalam satu hari. Dalam mengawali harinya, Pemazmur melihat bahwa adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Allah, sekalipun di awal kehidupannya hari itu Pemazmur belum mengalami kasih setia TUHAN secara berlimpah. Dan tatkala mengakhiri perjalanan sepanjang hari itu, Pemazmur juga mau mengakhiri dengan menyanyikan syukur kepada Allah. Di penghujung hari, tentunya Pemazmur mengalami banyak hal yang belum tentu menyenangkan. Pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan sepanjang hari itu tentu dapat dijadikan alasanya untuk tidak menyanyikan syukur. Namun di sini Pemazmur tetap memberitakan kesetiaan Tuhan. Memberitakan kasih setia Tuhan di waktu pagi dan malam adalah suatu tindakan iman yang luar biasa.

Refleksi :

Dalam menjalani hidup ini, kadang kita dapat mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan sehingga membuat kita seakan kekurangan bahan untuk berbicara tentang kasih setia Tuhan. Bila hal itu terjadi, maukah kita tetap menyanyikan syukur tentang kasih setia Tuhan?

Tekadku:

Doa: Bapa surgawi tolong kami untuk melangkah dengan iman, tetap memberitakan kasih setia-Mu baik di waktu pagi maupun malam. Amin.

Tindakanku:

Saya akan mengatakan kepada anggota keluarga saya bahwa Tuhan itu baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»