suplemenGKI.com

Selasa, 4 Mei 2021

03/05/2021

KRISTUS BAGI SEMUA

Kisah Para Rasul 10:44-48

 

PENGANTAR
Diskriminasi adalah sikap membedakan secara sengaja terhadap golongan-golongan yang berhubungan dengan kepentingan tertentu. Pembedaan tersebut biasanya didasarkan pada agama, etnis, suku, dan ras.  Diskriminasi bisa dilakukan oleh kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas;  ataupun sebaliknya.  Bacaan hari ini mengajak umat meyakini karya Kristus bagi semua golongan.  Tanpa diskriminasi.  Bagaimana kita mewujudkan kebenaran tersebut? Mari kita merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang terjadi ketika Petrus sementara memberitakan firman? (ayat 44)
  • Apa yang kemudian terjadi setelah Roh Kudus turun? (ayat 46)
  • Bagaimana respons saudara atas karya Kristus bagi semua orang?

Sikap diskriminatif yang menjadi latar belakang bacaan merupakan warisan keyakinan Yahudi sebagai bangsa pilihan Allah.  Sikap ini diperkuat dengan pengalaman iman kristiani yang juga bermula dari bangsa Yahudi, yang seolah memperkuat anggapan bahwa menjadi Kristen berarti juga harus berbudaya Yahudi.  Sikap yang sama juga sempat menjadi pergumulan iman Petrus (ayat 14-16 dan 34), yang memandang segala sesuatu dari sisi keimanan dia sebagai Yahudi.  Allah mendewasakan Petrus melalui pengalaman unik, sampai kemudian ia mengakui, “sesungguhnya aku telah mengerti bahwa Allah tidak membedakan orang” (ayat 34).  Karya Kristus melalui kuasa Roh Kudus dalam perikop ini menyapa kehidupan orang-orang non-Yahudi.  Orang-orang dari “golongan bersunat” yang menyertai Petrus dibuat tercengang-tercengang dengan pengalaman tersebut.

Pengalaman itu mengajarkan mereka bahwa penebusan Allah tidak diskriminatif bagi non Yahudi.  Tidak ada konsep budaya sebagai pemilah dan penentu siapa yang boleh datang kepada Tuhan.  Penebusan Kristus mengijinkan siapapun boleh datang kepada-Nya. Sesungguhnya Allah tidak membedakan orang.  Kasih-Nya yang besar lebih dari cukup bagi semua manusia dengan segala persoalannya.  Itu sebabnya, penebusan Kristus berlaku bagi siapapun yang percaya kepada-Nya.  Keselamatan dari Kristus berlaku bagi semua orang yang bersedia datang kepada-Nya.

Allah mengasihi dan menebus dosa berdasarkan kasih-Nya kepada manusia (Yoh. 3:16).  Kebenaran ini harus menjadi dasar bagi sikap orang percaya untuk tidak diskriminatif.  Bukan hanya persoalan iman, tapi juga dalam hal-hal yang lain dalam kehidupan sehari-hari.  Dalam keberagaman hidup, mari tidak membuat batasan-batasan ruang dalam sekat apapun.    Sebaliknya, membuka ruang bersama bagi sesama agar berjumpa dengan kasih Kristus.  Penebusan Kristus menjadi dasar bagi kita untuk memandang dan bersikap kepada sesama,  sebagaimana Allah mengasihi semua orang.

REFLEKSI
Mari merenungkan: bila Allah tidak membedakan siapapun, bahkan merancang dan membuka ruang karya penebusan bagi semua orang, maka sebagai murid-Nya mari memandang dan bersikap seperti Dia, Sang Penebus itu.  

TEKADKU
Tuhan terimakasih untuk kebenaran firman-Mu yang mengingatkan bagaimana aku harus memandang dan bersikap kepada sesama.  Mampukan aku mewujudkan karya kasih-Mu yang tidak membedakan itu. 

TINDAKANKU
Hari ini aku mau melakukan tindakan nyata bagi saudara, tetangga atau rekan kerja yang berbeda keyakinan sebagai wujud kasih Kristus bagi sesamaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»