suplemenGKI.com

Selasa, 20 Juli 2021

19/07/2021

HIDUP YANG BERIBADAH

Mazmur 100

 

Pengantar
Beberapa tahun ini kita mungkin sering mendengar lagu yang berjudul “Kebaktian”, yang dinyanyikan oleh Bobby Febian. Lagu ini menceritakan tentang kehidupan orang Kristen yang rajin beribadah dan memberi diri dalam pelayanan. Tetapi aktivitas rohani yang dilakukan ternyata berbanding terbalik dengan kehidupan sehari-hari yang tidak mencerminkan teladan hidup orang beriman. Bahkan di dalam lagu itu juga mengandung pesan agar setiap umat Tuhan bukan hanya rajin beribadah, tetapi juga melakukan Firman agar nama Tuhan dipermuliakan. Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa jika kita menjadikan ibadah hanya sebagai aktivitas belaka, maka kita tidak akan menghidupi ibadah dengan baik. Renungan kita pada hari ini akan mengingatkan kembali makna ibadah bagi orang beriman.

Pemahaman

  • Ayat 1-2          : Apa sajakah ajakan yang disampaikan oleh Pemazmur ?
  • Ayat 3, 5         : Mengapa Pemazmur mengajak kita untuk memuji Allah?

Mazmur 100 merupakan mazmur pujian yang sering dinyanyikan dalam perkumpulan di Bait Suci, yang memanggil umat untuk memuji Allah dan bersuka di dalam Dia. Di ayat pertama, pemazmur mengajak seluruh bumi, yakni seluruh umat untuk bersorak-sorak bagi Tuhan. Selanjutnya pemazmur juga mengajak umat untuk beribadah kepada Tuhan dengan hati yang sukacita. Ibadah bukan hanya wujud ketaatan umat terhadap firman-Nya, tetapi juga merupakan kehendak Allah bagi setiap umat-Nya. Hal itu akan menjadi kesempatan yang indah jika setiap umat dapat bersukacita melayani dan menaikkan pujian bagi Allah.

Lebih lanjut pemazmur mengajak umat untuk memuji Allah karena Tuhan-lah Allah, satu-satunya Allah yang hidup dan benar. Allah telah menciptakan kita dan kita-lah kawanan domba gembalaan-Nya (ayat 3). Hal ini menyiratkan bahwa Allah bukan hanya menciptakan kita, tetapi juga turut berdaulat atas hidup manusia. Sebagai Gembala yang baik, Ia menuntun dan memelihara umat-Nya dengan kasih dan kebaikan secara turun-temurun (ayat 5). Kasih setia-Nya seperti mata air yang tak akan pernah kering dan tak ada satupun firman-Nya akan ditarik kembali. Janji-Nya akan tetap menyertai umat dari masa ke masa.

Berdasarkan alasan inilah, pemazmur mengajak umat untuk makin dekat dan mengenal Allah, Sang Pencipta, Sang Penguasa, dan Gembala yang baik atas hidupnya. Sehingga umat dapat memberikan seluruh hidupnya untuk memuji dan memuliakan Allah dengan sukacita. Umat tidak hanya menjadikan ibadah sebagai aktivitas belaka, melainkan menghidupi ibadah dalam keseharian. Pujian bagi Allah bukan hanya dilantunkan dalam Rumah Tuhan saja, tetapi juga terdengar dalam gaya hidup sehari-hari yang memuliakan nama-Nya.

Refleksi
Hidup kita adalah ibadah kepada Tuhan. Sudahkah kita berjuang untuk mempersembahkan kualitas hidup terbaik sebagai wujud ibadah yang sejati di hadapan Tuhan?

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku hanya menjadikan ibadah sebagai rutinitas tanpa memaknainya dalam keseharianku. Ajarlah aku agar memuliakan kasih setia dan kebaikan-Mu di sepanjang hidupku.

Tindakanku
Aku mau belajar mewujudkan ibadah dalam keseharianku dengan mempersembahkan hidup yang penuh kasih dan berdampak bagi orang lain, sebagaimana kasih dari Sang Gembala telah menuntun dan memeliharaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»