suplemenGKI.com

Ibrani 7:11-19

IMAMAT KRISTUS DASAR IBADAH & PELAYANAN KITA

PENGANTAR
Beribadah dan melayani adalah dua aktivitas gerejawi yang paling umum kita lakukan sebagai orang-orang Kristen. Kita melakukan kedua aktivitas itu sebagai bentuk rasa hormat dan pengucapan syukur kepada Allah Pencipta yang telah menyelamatkan kita. Namun, mungkin tidak banyak di antara kita yang memahami bahwa ibadah dan pelayanan yang kita lakukan sesungguhnya juga berhubungan erat dengan keimaman Yesus Kristus. Dalam keimaman Yesus Kristus kita dapat menemukan landasan teologis yang kuat bagi ibadah dan pelayanan kita.

PEMAHAMAN
Dalam bacaan kemarin, penulis surat Ibrani menguraikan Mazmur 110:4 dan Kejadian 4:17-20 untuk memperkenalkan keimaman Yesus Kristus yang ditetapkan menurut peraturan Melkisedek. Dalam bacaan hari ini, ia menjelaskan alasan diperlukannya imamat Yesus Kristus itu untuk menggantikan imamat yang lama.

  • Ay. 11-14.  Mengapa imamat Lewi perlu digantikan oleh imamat yang lain? Apa dampak perubahan imamat ini terhadap hukum Taurat? Apa dampaknya bagi kehidupan kita di masa kini? (band. 1 Pet. 2:9).
  • Ay. 15-19. Apa sajakah keunggulan imamat yang baru? Sebutkanlah minimal dua hal. Mengapa hal ini penting bagi umat-Nya?

Melalui pertanyaan retoris di ayat 11, penulis surat Ibrani menegaskan bahwa imamat Lewi telah gagal mencapai “kesempurnaan”. Istilah “kesempurnaan’ (Yun: teleiosis) di sini berarti “sampai pada tujuan yang diinginkan” atau “mencapai tujuan”. Inilah yang menjadi alasan dibutuhkannya suatu tatanan imamat yang baru, yang ditetapkan menurut peraturan Melkisedek. Perubahan tatanan imamat ini membawa konsekuensi penting, yaitu perubahan hukum Taurat (ay. 12). Perubahan ini membuat kesempatan melayani di mezbah (sebagai imam) tidak lagi terbatas hanya bagi suku Lewi. Perubahan ini juga membuka kesempatan bagi kita untuk terlibat dalam pelayanan, dan menjadi bagian dari imamat yang rajani (1 Pet. 2:9).

Ayat 15-19 mengungkapkan lebih lanjut keunggulan imamat yang baru. Ada dua hal yang menegaskan keunggulan tersebut. Pertama, dasar dari imamat yang baru adalah “hidup yang tidak dapat binasa” (ay. 16) dan berlaku “untuk selama-lamanya” (ay. 17). Ini berarti bahwa pelayanan Kristus sebagai imam tidak akan pernah berakhir. Kedua, imamat yang baru ini lebih efektif dan akan memberi “pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah” (ay. 19). Dua keunggulan imamat yang baru ini menjamin bahwa di sepanjang hidup kita, Kristus akan tetap menjadi imam bagi umat-Nya, sehingga kita dapat berelasi lebih dekat dengan Allah.

REFLEKSI
Peran Yesus Kristus sebagai Imam Besar memberikan kesempatan kepada kita beribadah dan melayani dalam relasi yang paling dekat dengan Allah. Apakah Anda sudah menggunakan kesempatan tersebut?

TEKADKU
Tuhan, aku bersyukur atas kesempatan yang Kau berikan kepadaku untuk melakukan ibadah dan pelayanan di hadapan-Mu. Aku akan melakukan kedua hal itu dengan penuh kesungguhan hati.

TINDAKANKU
Aku akan membuat daftar apa saja yang harus aku lakukan untuk mempersiapkan diri agar ibadah dan pelayananku di hari Minggu berjalan dengan baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«