suplemenGKI.com

Selasa, 15 Juni 2021

14/06/2021

LEPAS DARI CEMAS

Mazmur 107 : 1 – 3, 23  – 32    

Pengantar
Kesesakan atau kecemasan hidup dapat membuat kita tidak bersukacita ataupun bersyukur. Dan ada banyak peristiwa dalam hidup di dunia ini yang menjadi sumber kesesakan atau kecemasan bagi kita, antara lain peristiwa sakit ataupun bencana, kesulitan ekonomi atau rumah tangga, juga perlakuan tidak adil terhadap kita. Dalam Mazmur 107 : 1 – 3, 23 – 32,  kita dapat melihat bagaimana TUHAN akan menuntun umat-NYA ke pelabuhan kesukaan, sehingga kita lepas dari cemas, yang bukan saja bermakna lepas dari sebuah peristiwa tertentu tetapi juga lepas dari segala kuasa yang menyesakkan (mencemaskan).

Pemahaman
Ayat  1 – 3            :  Mengapa pemazmur mengajak umat untuk bersyukur kepada TUHAN?
Ayat  23 – 27        :  Apa pekerjaan dan perbuatan ajaib TUHAN dalam peristiwa kehidupan?
Ayat  28 – 32        :  Bagaimana sikap umat atas peristiwa kehidupan yang dialaminya?

Sebagai bagian dari umat TUHAN yang telah mengalami penebusan (kelepasan) dari TUHAN, maka pemazmur mengajak semua umat tebusan (milik) TUHAN yang berasal dari segala negeri (segala arah) untuk bersyukur kepada TUHAN. Sebab TUHAN itu baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-NYA, yang telah menebus (melepaskan) umat-Nya dari kuasa yang menyesakkan.

Pada ayat 23 – 27 digambarkan adanya peristiswa orang-orang yang mengarungi laut dengan                kapal-kapal untuk melakukan perdagangan di lautan luas dan kemudian menyaksikan pekerjaan dan perbuatan ajaib TUHAN yang membangkitkan angin badai sehingga menyebabkan gelombang tinggi. Peristiwa ini membuat jiwa mereka hancur karena celaka, mereka pusing dan terhuyung-huyung serta kehilangan akal.

Namun selanjutnya dinyatakan dalam ayat 28 – 29 bahwa berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan TUHAN mengeluarkan mereka dari kecemasan mereka. TUHAN membuat badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan TUHAN menuntun mereka ke pelabuhan kesukaan mereka (ayat 30).

Jadi marilah kita bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, serta meninggikan nama TUHAN karena perbuatan-perbuatan-NYA yang ajaib terhadap kita. TUHAN telah melepaskan kita dari kecemasan hidup yang menyesakkan.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita sungguh merasakan penebusan TUHAN? Tidak saja berupa keselamatan kekal tapi juga kelepasan dari kesesakan (kecemasan) dalam kehidupan saat ini.
  • Apakah kita tetap berseru kepada TUHAN dalam badai kehidupan yang menerpa kita? Karena percaya akan kuasa pertolongan-NYA.
  • Apakah kita telah bersyukur kepada TUHAN dan meninggikan nama-NYA? Atas segala perbuatan ajaib-NYA terhadap kita. 

Tekad
TUHAN, jadikan aku pribadi yang dapat merasakan serta sungguh percaya akan kuasa pertolongan-MU, 

Tindakanku
Dalam situasi pandemi Covid-19 ini dan seterusnya, saya akan tetap bersyukur dan meninggikan nama TUHAN yang telah memberi kelepasan dari kecemasan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»