suplemenGKI.com

Selasa, 1 Juni 2021

31/05/2021

Mazmur 104:1-18

TUHAN, BUMI, DAN AIR

PENGANTAR

Alam semesta ciptaan Tuhan bukan hanya memberi kita tempat tinggal.  Juga bukan hanya untuk dinikmati.  Ada yang lebih penting dari sekadar menempati dan menikmati.  Melalui seluruh alam semesta yang diciptakan-Nya, kita dapat mengenal kebesaran Tuhan. Bacaan Mazmur hari ini mengajak kita meluangkan waktu sejenak untuk melihat keagungan-Nya melalui alam di sekitar kita, khususnya bumi dan air.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-5.       Sebagai apakah Tuhan digambarkan di sini?  Simbol-simbol kebesaran apakah yang dipakai oleh Tuhan?  Apa yang hendak diajarkan melalui kalimat-kalimat ini?
  • Ay. 6-9.       Peristiwa apakah yang diungkapkan pemazmur dalam ayat-ayat ini? (band. Kej 1:2)  Apa peran Tuhan dalam peristiwa tersebut?
  • Ay. 10-18.  Pemazmur mengajak kita mengikuti perjalanan air sejak dari mata air. Perhatikanlah bahwa manfaat itu dinikmati secara berantai.  Ada yang mendapatkan manfaat secara langsung, ada pula yang mendapatkannya secara tak langsung. Apa artinya?

Di ayat 1-5, pemazmur menggambarkan Tuhan sebagai Raja yang mengenakan pakaian kebesaran-Nya, lengkap dengan berbagai perangkat lainnya: kendaraan dan para pelayan.  Simbol keagungan dan perangkat kebesaran-Nya itu dibuat-Nya dari bagian-bagian alam semesta (terang, langit, air, awan, angin, api). Semua itu menegaskan kekuasaan Tuhan atas alam semesta.

Di ayat 6-9, pemazmur mengajak kita melihat kembali penciptaan alam semesta. Awal penciptaan alam semesta ditandai dengan ditaklukkannya samudera raya (band. Kej 1:2). Kita tahu bahwa ganasnya air merupakan sesuatu yang menakutkan bagi orang-orang Yahudi.  Mazmur ini menyatakan bahwa air yang ganas itu telah ditaklukkan, dan Tuhan adalah Subyek (sang Pelaku) yang telah mengerjakan semua itu.

Uraian mengenai kekuasaan Tuhan atas air dilanjutkan di ayat 10-18. Pemazmur mengajak kita mengikuti perjalanan air sejak dari mata air. Air yang telah ditaklukkan itu sekarang menjadi pemberi kehidupan. Pemazmur menyebutkan berbagai pihak di alam semesta yang mendapatkan manfaat dari air: binatang di padang, keledai hutan (ay. 11), burung-burung di udara dan pepohonan (ay. 12, 16-17), rumput, hewan, dan manusia (ay. 14-15), kambing hutan dan pelanduk (ay. 18). Ada yang mendapatkan manfaat secara langsung, ada juga yang mendapatkan secara tidak langsung. Ini berarti bahwa manusia tidak boleh memonopoli dan memboroskan air (dan sumber alam yang lain) untuk kepentingannya sendiri.

REFLEKSI
Tuhan menggunakan bumi untuk menyatakan kebesaran-Nya, dan menggunakan air untuk memelihara kehidupan seluruh alam ciptaan-Nya. Pantaskah kita merusak bumi dan memboroskan air untuk kepentingan diri sendiri?

TEKADKU
Tuhan, mampukanlah kami untuk lebih serius dan lebih berdisiplin dalam menjaga kelestarian lingkungan dan lebih bijaksana dalam menggunakan air.

TINDAKANKU
Mulai sekarang aku tidak akan lagi melakukan tindakan yang dapat mencemari lingkungan, khususnya air, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»