suplemenGKI.com

Sabtu, 12 Juni 2021

11/06/2021

Cara kerja Allah yang berdaulat

Markus 4:26-29

Pengantar

Ada banyak misteri yang dapat kita temukan di dalam kehidupan ini. Salah satu misteri terbesar adalah cara Allah bekerja. Perenungan kita hari ini berbicara tentang misteri terbesar tersebut.

Pemahaman

-   Menurut Saudara, mengapa Kristus menggambarkan hal Kerajaan Allah dengan benih yang ditabur?

-   Dapatkah Saudara menggambarkan proses pertumbuhan benih itu?

Perumpamaan tentang benih yang tumbuh ini adalah perumpamaan kedua tentang Kerajaan Allah yang dicatat di dalam Injil Markus. Di dalam perumpamaan ini Kristus mengajarkan tentang bagaimana pertumbuhan Kerajaan Allah, yaitu Firman Allah yang diberitakan. Bagaikan benih yang ditaburkan seorang petani secara terbuka, namun pertumbuhannya tidak ada seorangpun yang tahu. Pertumbuhan itu terjadi pada malam hari, secara diam-diam. Pertumbuhan benih tersebut mengikuti proses yang ada, mulai dari mengeluarkan tunas, kemudian tunas itu bertumbuh makin tinggi, dan mulai berproses mengeluarkan buah, yang dimulai dari mengeluarkan tangkai, setelah itu bulirnya hingga kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Proses pertumbuhan tersebut juga tidak ada yang mengetahui.

Sekalipun perumpamaan ini berbicara tentang pertumbuhan Kerajaan Allah, namun seringkali cara kerja Allah secara umum juga nampak seperti itu. Allah bekerja di dalam keheningan, tanpa kita sadari. Karena ketidak-mengertian kita bahwa Allah sedang bekerja dalam diam, kita menganggap Allah tidak peduli dengan kehidupan kita. Padahal sesungguhnya Allah sedang bekerja. Allah juga bekerja melalui berbagai macam proses yang ada. Hanya karena kita tidak memahami bahwa Allah sedang bekerja dalam diam dan melalui berbagai proses, kita menjadi kecewa. Kekecewaan semacam ini sebenarnya disebabkan oleh sikap egois kita sendiri. Dalam keegoisan itu kita berharap Allah bekerja secara spektakuler, bukan secara diam dan tenang. Kita berharap Allah merespons secepat kilat, tanpa peduli dengan berbagai proses yang harus dilalui.

Refleksi :

Apakah kita sedang menunggu Allah bekerja dalam hidup kita? Percayalah, Allah sedang bekerja dalam diam dan tenang, serta mengijinkan berbagai proses berjalan dengan baik.

Tekadku:

Doa:  Bapa surgawi, tolong kami untuk terus mempercayai bahwa Engkau sedang bekerja dalam kehidupan ini. Amin.

Tindakanku:

Saya akan menaikkan doa syukur sebagai wujud percaya saya bahwa Allah sedang bekerja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«