suplemenGKI.com

Rabu, 28 Juli 2021

27/07/2021

Keluaran 16:9-15

 

“Allah Menyatakan Kemuliaan-Nya”

Pengantar:
           Salah satu sifat manusia adalah “ragu” alias tidak mudah percaya atau tidak mudah diyakinkan, apalagi tentang sesuatu yang mungkin dirasa tidak mungkin terjadi. Mengapa demikian? Karena tidak jarang manusia itu mengukur segala sesuatu secara subjektif atau hanya dengan pikiran dan kemampuan dirinya tanpa belajar untuk melihat sesuatu dengan objektif. Sifat ragu itulah yang mengendalikan umat Israel sehingga tidak mudah percaya akan pemeliharaan dan menyertaan Tuhan bagi mereka, yang berujung pada keinginan untuk kembali ke Mesir. Bacaan hari ini Tuhan menunjukan kemuliaan-Nya agar umat Israel percaya bahwa Tuhan yang membawa mereka keluar dari Mesir adalah Allah yang mulia.

Pemahaman:

  1. Mengapa Musa dan Harun mengajak umat Israel mendekat ke hadapan Tuhan? (v. 9-10)
  2. Bagaimana Tuhan menunjukan kemuliaan-Nya kepada Umat Israel? (v. 11-15)

Musa dan Harun rupanya cukup mengenal karakteristik umat Israel yang tidak mudah diberi pengertian dan tidak mudah percaya. Namun puji Tuhan Musa dan Harun tidak kurang cara untuk menolong umat Israel agar mengenal dan mempercayai Tuhan. Apa yang diinisiasi oleh Musa dan Harun memang selalu bermula dari hikmat Tuhan, itu sebabnya ketika mereka mengajak umat Israel mendekat ke hadirat Tuhan, seketika itu juga Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya. Dan seketika itu juga umat Israel melihat ke padang gurun dan betapa heran dan kagumnya ketika mereka melihat kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan itu ditunjukkan-Nya melalui: “Pada waktu petang datang berduyun-duyun burung puyuh yang tak terbilang banyaknya dan pada waktu pagi ada embun di sekeliling perkemahan mereka. Dan ketika embun itu menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus seperti sisik, halus seperti embun yang beku di bumi”. Bangsa Israel tidak mengerti tentang apa yang dilihatnya, sehingga berkata “Apakah itu?” Tetapi Musa berkata kepada mereka “Inilah roti yang diberikan Tuhan kepadamu menjadi makananmu…”. Coba saudara bayangkan, betapa menakjubkan pemandangan tentang kemuliaan Tuhan itu, sehingga umat Israel yang suka bersungut-sungut pun menjadi kagum melihatnya. Itulah Allah kita saudara, dalam keadaan apapun Ia tetap menunjukan kemuliaan-Nya, itu karena kasih-Nya kepada umat Israel. Betapa bersyukurnya kita memiliki Allah seperti Allah kita yang penuh kasih dan kemuliaan.

Refleksi:
Saudara, mari renungkan. Apakah kita selalu menghayati bahwa ketika kita berhasil atau mampu melewati kemelut, kesulitan dan kerumitan hidup yang tidak mudah ini semua adalah karena kemuliaan Tuhan yang dinyatakan dalam hidup kita? Hayatilah bahwa semua itu adalah karena kemuliaan Tuhan bagi hidup kita.

Tekadku:
Tuhan Yesus, saya bersyukur memiliki Allah yang seperti Engkau yang selalu menolong saya melewati pancaroba hidup yang tidak mudah dengan kemuliaan-Mu.

Tindakanku:
Saya mau berdoa supaya saya selalu bisa menghayati bahwa jika saya bisa melewati hari-hari hidup yang sulit ini, semua karena kemuliaan Tuhan yang dinyatakan dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«