suplemenGKI.com

Rabu, 28 April 2021

27/04/2021

DIA SUNGGUH BERHARGA

Mikha 7:7-13

Pengantar
Seorang anak membuka kotak mainannya. Dan ia menemukan boneka kainnya yang telah usang dan rusak. Bentuk boneka itu sudah tidak karuan. Bagian kepalanya sudah tidak ada matanya dan bagian kaki serta tangannya tinggal satu. Sang ayah mengusulkan agar ia membuang boneka itu karena sudah jelek dan usang. Tetapi ia menolak dan berkata, “Boneka ini memang rusak dan usang. Tetapi ia adalah milikku yang paling berharga dan yang paling kusayangi. Oleh sebab itu aku  tidak akan pernah membuangnya.”

Percayakah  Saudara, bahwa  sesungguhnya kasih sayang TUHAN untuk umat-NYA yang berdosa juga seperti itu. Itulah yang akan kita renungkan hari ini.

Pemahaman

  • Ayat 7 : Mengapa Mikha menunggu dan mengharapkan  ALLAH yang menyelamatkan dan mendengarkan?
  • Ayat 8-9: Bagaimana kondisi umat TUHAN pada waktu itu?
  • Ayat 10-13: Apakah yang dilakukan TUHAN terhadap umat-Nya di masa depan?

Kitab Mikha memberikan gambaran kepada kita bagaimana kondisi umat TUHAN pada waktu itu. Telah terjadi kemerosotan akhlak sebab dosa menguasai umat di pelbagai sendi kehidupan yaitu moral, ekonomi, sosal, politik dan agama. Mereka melakukan ibadah yang meriah tetapi tidak menyentuh hati dan pikiran mereka. Mereka berdoa namun doa bukan sebagai tanda penyerahan diri, hanya sebuah ritual formal. Persembahan mereka berikan dalam ibadah namun sebagai alat untuk menyuap TUHAN agar semakin memberkati mereka; bukan sebagai tanda syukur. Oleh sebab itu, tidak heran apabila dalam hidup mereka marak kejahatan, pemerasan, penindasan dan penipuan. Melihat kebobrokan umat-NYA, TUHAN – melalui Mikha menyampaikan kekecewaan-NYA. TUHAN menolak semua ibadah, doa dan persembahan mereka.

Sekalipun demikian, Mikha tetap menaruh pengharapan kepada TUHAN (ayat 7-8). Mikha yakin   bahwa TUHAN tetap mengasihi umat-NYA. Mikha percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN. Dia yakin bahwa TUHAN akan menolong Mikha dan mereka yang masih setia kepada ALLAH untuk memperbaharui keadaan yang bobrok itu. Bahkan Mikha menubuatkan pemulihan bangsanya.  Di balik kejatuhan ini dinubuatkan akan ada keselamatan umat TUHAN dari musuh mana pun.

Kita semua adalah sebuah boneka usang, yang penuh cacat dan layak dibuang seperti dalam cerita pembuka renungan ini. Setiap kita mempunyai kebobrokannya masing-masing. Tetapi kita adalah boneka usang yang dikasihi TUHAN. Dia mengasihi kita bukan karena kita tidak bercacat. Dia mengasihi kita bukan karena kita sempurna. Dia mengasihi kita karena kita berharga di matanya. Yesaya 43:4a mengatakan “Oleh karena engkau berharga di mata-KU dan mulia, dan AKU ini mengasihi engkau . “

Refleksi
Dalam keheningan, marilah kita merenungkan: Bila sedemikian besar kasih TUHAN buat kita, apakah kita telah mensyukurinya? Marilah kita bersyukur dengan menaruh pengharapan kepada TUHAN. Yakinlah DIA sanggup memulihkan kehidupan kita. Jangan biarkan hidup kita bergelimang dosa. Segeralah bertobat dan bersembah sujud di hadapan TUHAN.  Bila sedemikian berharganya kita di mata TUHAN, apakah TUHAN juga berharga di mata kita?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku selalu bersembah sujud dan menaruh pengharapan kepada-MU. Jangan biarkan dosa menjauhkan pengharapanku kepada-MU.

Tindakanku
Aku akan menghargai TUHAN dengan bertobat dari dosa yang selama ini membelengguku (sebutkanlah apa wujud dosa tersebut ) sebab aku yakin  TUHAN akan memulihkan aku. Semakin hari aku akan semakin mendekat kepada TUHAN agar dimampukan semakin menjauh dari dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«