suplemenGKI.com

FIRMAN ITU HIDUP

Mazmur 19:1-11

 

PENGANTAR
Seorang penyair berkebangsaan Inggris, Joseph Addison (1672-1719) menulis, “membaca adalah alat paling dasar untuk meraih hidup yang baik.”  Kebenaran ini dapat diterima sebab dengan membaca banyak pengetahuan didapat yang mendasari ketrampilan yang diperlukan dalam hidup.  Apakah kebenaran ini berlaku juga ketika membaca Firman Tuhan? Bagaimana pengalaman pemazmur dalam hal ini?  Mari kita merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang pemazmur katakan tentang Firman Tuhan? (ayat 8a)
  • Apa alasan pemazmur mengatakan hal itu? (ayat 8b, 9a)
  • Pengalaman seperti apa yang saudara dapatkan ketika membaca Firman Tuhan?

Mazmur 19 termasuk dalam kelompok  mazmur pujian, yang memberi perhatian khusus pada pengagungan Tuhan karena kebesaran dan kemuliaan-Nya yang dinyatakan di dalam segala sesuatu yang diciptakan (ayat 1-7).  Mazmur ini juga menceritakan kedahsyatan karya-karya keselamatan Allah  yang dilakukan terhadap bangsa Israel.  Salah satunya, Allah berkenan membangun relasi dan menyapa umat-Nya melalui Firman yang disampaikan melalui Musa.  Melalui Firman atau Taurat, Allah menjalin hubungan dengan manusia secara langsung dan menyentuh keberadaan manusia hingga ke pusat kehendaknya, yaitu mulai dari akal budi, hati sampai ke jiwanya (Ayat 8).  Hal ini menunjukkan bahwa Firman Allah bukan sekadar apa yang boleh dan tidak, yang memberi “hikmat kepada orang yang tak berpengalaman”, tapi juga soal kuasa yang mengubahkan hidup.

Dengan kata lain, Firman Tuhan itu hidup dan berdampak bagi kehidupan, khususnya bagi mereka yang berkenan membaca dan melakukannya.  Dalam syukurnya, pemazmur mengakui segala kebaikan Taurat Tuhan.  Pengakuan pemazmur menunjukkan kebiasaannya membaca dan merenungkan Taurat Tuhan.  Wajar bila kemudian pemazmur menyimpulkan Firman Tuhan itu “sempurna”, “teguh” dan “tepat” (ayat 8, 9).   Pemazmur bukan sekadar menggumuli teks, tapi juga menemukan keindahan relasi bersama Allah, Sang Sabda itu sendiri.  Kedalaman relasi itu tampak dari pengakuan pemazmur terhadap Firman Tuhan yang “lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu” (ay. 11).  Sungguh firman itu hidup dan mempengaruhi kehidupan pemazmur.

Setiap kita sebagai orang percaya juga diundang mempunyai pengalaman pribadi bersama Allah.  Meskipun Allah tidak terlihat, namun kehadiran-Nya tetap menyapa dalam keseharian kita.  Bagaimana caranya? Mari berkomitmen waktu untuk membaca Alkitab.  Mari, tumbuhkanlah kecintaan di setiap bacaan yang kita lakukan.  Renungkan dan temukan kebenaran-kebenaran penting yang menghidupkan semangat hidup dan iman kita.  Yakini bahwa Allah rindu menyampaikan kehendak-Nya bagi kita.  Selanjutnya, mohon kekuatan dari Allah agar dimampukan melaksanakan kebenaran Firman yang sudah direnungkan.  Mari kita menyambut sapaan Tuhan melalui Firman-Nya setiap hari agar kita bisa mengalami bahwa firman itu benar-benar hidup mampu mempengaruhi hidup kita. 

REFLEKSI
Mari merenungkan: Allah rindu menyapa kita setiap hari melalui firman-Nya.  Dia juga rindu menumbuhkan iman kita melalui firman-Nya yang hidup dan menghidupkan. Masihkah kita merasakan sapaan Tuhan melalui firman-Nya yang hidup itu?  Mari membuka hati menyambut kerinduan Allah itu. 

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk firman-Mu yang hidup sehingga selalu menyapa kehidupanku.  Tolonglah agar aku selalu bersedia belajar firman-Mu, berpegang dan bertekad melakukannya agar aku mengalami firman-Mu yang hidup itu. 

TINDAKANKU
Aku akan berusaha meyakini firman Tuhan yang aku baca setiap hari dan menerapkannya dalam keluarga, pekerjaan dan pelayanan sehingga aku pun merasakan dengan nyata bahwa firman Tuhan itu hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*