suplemenGKI.com

Rabu, 16 Juni 2021

15/06/2021

JANGAN JADI SANDUNGAN

2 Korintus 6 : 1 – 13    

Pengantar
Sebagai umat TUHAN yang telah diselamatkan, maka kita tidak hanya dipanggil untuk berdiam diri dalam menikmati kasih karunia yang telah kita terima, tetapi juga untuk menjadi terang dan garam bagi sekitar kita, sehingga pelayanan kita dapat mempermuliakan nama TUHAN. Dengan demikian kita perlu menjaga diri sendiri, dan saling menjaga agar hidup kita tidak menjadi sandungan bagi orang lain dalam karya layanan yang kita lakukan, serta tidak mempermalukan TUHAN. Dan melalui  2 Korintus 6 : 1 – 3  kita diingatkan dan diajak untuk terus giat melayani dalam kebenaran dan kasih karunia TUHAN.

Pemahaman
Ayat  1 – 2           :  Apa yang menjadi dasar dari nasihat rasul Paulus?
Ayat  3 – 10          :  Bagaimana penghayatan dan sikap yang tepat sebagai pelayan ALLAH?
Ayat 11 – 13         :  Mengapa Jemaat di Korintus diajak untuk saling membuka hati?

Jemaat Korintus dinasihati oleh rasul Paulus supaya mereka jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia ALLAH, yang telah mereka terima. Hal ini didasarkan pada apa yang difirmankan ALLAH, yaitu: “Pada waktu AKU berkenan, AKU akan mendengarkan engkau, dan pada hari AKU menyelamatkan, AKU akan menolong engkau.”

Dengan demikian rasul Paulus menghayati dan bersikap bahwa sesungguhnya waktu ini adalah waktu perkenanan itu dan hari ini adalah hari penyelamatan itu. Jadi dalam hal apapun mereka menjaga diri agar tidak menjadi sandungan bagi orang lain, supaya pelayanan mereka jangan sampai dicela. Sebaliknya, dalam segala hal mereka menunjukkan, bahwa mereka adalah pelayan ALLAH, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.

Rasul Paulus juga berterus terang tentang kehidupannya dalam kasih karunia ALLAH, sebagai orang yang nyaris mati namun sungguh mereka hidup, serta sebagai orang yang dihajar, namun mereka tidak mati. Bahwa walaupun sebagai orang berdukacita, namun mereka senantiasa bersukacita, dan walaupun sebagai orang miskin, namun mereka memperkaya banyak orang, serta sebagai orang tak bermilik, sekalipun mereka memiliki segala sesuatu.

Maka Jemaat Korintus diajak membuka hati selebar-lebarnya bagi rasul Paulus dan rekan pelayanannya agar mereka dapat saling memiliki (baca: menerima) pola hidup yang seturut dengan kasih karunia ALLAH. Jadi sesungguhnya ini bermakna: bukan sekedar membuka hati kepada rasul Paulus tetapi terutama membuka hati bagi kebenaran dan kasih karunia Kristus yang telah menyelamatkan mereka, sehingga mereka jangan jadi sandungan bagi orang lain.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita telah menghayati hidup dalam kasih karunia ALLAH?
  • Apakah kita membuka hati selebar-lebarnya bagi kebenaran ALLAH yang menuntun hidup kita sebagai pelayan-pelayan ALLAH? 

Tekad
TUHAN, jadikan aku pribadi yang tetap hidup dalam kasih karunia-MU, serta tidak menjadi sandungan bagi orang lain. 

Tindakanku
Dalam situasi pandemi Covid-19 dan seterusnya, saya bertekad untuk tetap hidup dalam kebenaran TUHAN dan membuka diri menjadi saksi Kristus yang berkenan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«