suplemenGKI.com

Rabu, 14 April 2021

13/04/2021

Markus 12 : 18-27

TIDAK PERCAYA KEBANGKITAN

 

PENGANTAR
Banyak orang, percaya bahwa ketika seseorang meninggal dunia, adalah akhir dari kehidupan dan akhir dari segala-galanya. Mereka berpendapat bahwa tidak ada kehidupan sesudah kematian. Hal itulah yang terjadi dengan orang Saduki. Orang Saduki adalah keturunan Imam Sadok di masa pemerintahan raja Daud ( 1 Raja-raja pasal 1-2 ). Mereka pada umumnya adalah imam-imam yang bertanggung jawab terhadap ibadah di Bait Suci dan memegang jabatan imam kepala tetapi sebagian dari mereka adalah orang awam biasa yang tidak menjabat sebagai imam. Namun orang Saduki  tidak percaya adanya kebangkitan. Mereka percaya bahwa ketika tubuh mati maka jiwapun ikut mati. Itu sebabnya mereka menyerang dan bertanya kepada Tuhan Yesus tentang kebangkitan orang-orang mati. Renungan hari ini akan mengupas hal tersebut.

PEMAHAMAN.

  • Mengapa orang-orang Saduki bertanya mengenai kebangkitan ? ( ayat 18-23 )
  • Bagaimana kehidupan setelah kebangkitan dan tentang kebangkitan itu sendiri seperti apa ?
  • Bagaimana Tuhan Yesus mennjawab persoalan tersebut ? ( ayat 24-27 ) dan bagaimana kita meresponinya ?

Jika kita melihat konteks bacaan hari ini, maka kelompok yang datang kepada Yesus adalah, orang-orang Farisi dan Herodian (ayat 13) dan orang-orang Saduki (ayat 18). Tujuan mereka adalah untuk menjerat Yesus. Bahkan orang-orang Saduki ingin menguji Yesus dengan kasus Lewirat (Ulangan 25:5-10). Apa yang terjadi setelah kebangkitan, ketika masih hidup di dunia seorang perempuan bersuamikan 7 orang ? “Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu ? Sebab ketujuhnya telah beristrikan dia.” (ayat 23). Bukankah pertanyaan ini juga sering kita tanyakan dalam bentuk yang berbeda ?

Tuhan Yesus tahu bahwa orang Saduki ini menguji diri-Nya melalui kisah yang direkayasa dengan menceritakan tujuh bersaudara yang mengawini seorang perempuan karena satu persatu tujuh orang bersaudara tersebut mati. (ayat 20-22). Itu sebabnya, Yesus menegur  mereka sesat, karena mereka tidak mengerti kitab suci dan kuasa Allah (ayat 24). Bahkan di ayat 26-27 dengan jelas Tuhan Yesus mengatakan, “Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam cerita tentang semak duri, bagaimana bunyi Firman Allah kepadanya, : Akulah Allah Abraham,  Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat”. Dengan jawaban seperti itu, seharusnya mereka percaya bahwa Allah sanggup membangkitkan orang mati, sebab Allah itu bukan Allah orang mati melainkan Allah orang hidup.

Kita percaya bahwa kematian di dunia bukanlah akhir dari segalanya tetapi awal dari kehidupan baru yang abadi. Yesus Kristus adalah satu-satunya yang bangkit dari kematian dan mengalahkan maut sehingga kita memiliki pengharapan kebangkitan kembali. Melalui kebangkitan Kristus  itulah umat percaya memiliki pengharapan dibangkitkan dari kematian dan hidup kembali bersatu dengan Allah di Sorga.

REFLEKSI :
Marilah  kita merenungkan : apakah anda percaya akan adanya kebangkitan setelah kematian ? Apa maknanya bagi anda, mengenai kehidupan setelah kematian ?

TEKADKU :
Ya Tuhan, kami percaya bahwa ada kebangkitan setelah kematian, juga ada kehidupan setelah kematian. Oleh sebab itu tolonglah saya supaya tidak main-main dengan hidup ini.

TINDAKANKU :
Saya akan menjalani hidup sekarang ini dengan iman yang sungguh-sungguh kepada Yesus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«