suplemenGKI.com

Minggu, 25 Juli 2021

24/07/2021

BERAKAR DALAM KASIH

Efesus 3:14-21

 

Pengantar
Surat kepada jemaat di Efesus ditulis oleh Paulus ketika ia berada di penjara. Ketika seseorang sedang mengalami kesulitan, biasanya ia akan berfokus pada diri sendiri. Tetapi tidak demikian dengan Paulus. Ia justru tetap berkomunikasi dan bergantung pada Allah, serta menyatakan kepeduliannya terhadap jemaat di Efesus dengan mendoakan mereka.

Pemahaman

  • Ayat 14-15     : Bagaimanakah sikap Paulus ketika berdoa kepada Tuhan?
  • Ayat 16-19     : Hal-hal apa sajakah yang Paulus doakan?

Paulus mengawali doanya dengan sikap sujud kepada Bapa (ayat 14). Sikap sujud kepada Bapa merupakan bentuk kerendahan hati Paulus, ia tahu bahwa posisinya lemah dan penuh kekurangan sebagai manusia yang berdosa di hadapan Allah, dan secara tidak langsung Paulus mengakui kebesaran dan kemurah-hatian Allah Bapa atas setiap orang percaya. Paulus berserah penuh pada Allah, bahwa doanya akan dijawab menurut kemurah-hatian dan ke-Maha Kuasaan Allah yang tidak terbatas itu, yang paling mengetahui apa yang terbaik dan yang sudah Ia rancang bagi umat-Nya.

Ada beberapa hal yang Paulus doakan kepada Bapa. Pertama, ia berdoa agar Bapa menguatkan batin orang percaya (ayat 16). Kata ‘batin’ dalam konteks perikop ini yaitu kerohanian dalam diri manusia yang sudah dibaharui oleh Kristus. Kedua, Paulus berdoa agar kasih kepada Kristus sebagai akar dan dasar hidup orang percaya (ayat 17). Paulus menggunakan metafora tumbuhan (akar) dan bangunan (dasar/pondasi) untuk mengungkapkan bahwa kasih kepada Kristus sesungguhnya landasan atau penggerak hidup orang percaya. Ketiga, Paulus berdoa agar orang percaya makin memahami kasih Kristus (ayat 18-19). Ketika kasih Kristus telah menetap dalam diri orang percaya, maka orang percaya dapat memahami dan mengenal kasih Kristus yang begitu besar dan tidak terbatas, serta melampaui segala pengetahuan manusia.

Paulus menutup doanya dengan pujian. Doxology ini menunjukkan iman Paulus bahwa Allah dapat melakukan jauh lebih banyak dari semua yang kita doakan dan pikirkan (ayat 20). Paulus juga berdoa agar melalui karya Roh Kudus, memuliakan Kristus menjadi tujuan utama dalam doa dan hidup manusia (ayat 21).

Refleksi
Hal-hal apa sajakah yang menjadi fokus doa kita selama ini? Bila selama ini doa kita hanya berfokus pada prioritas umum tentang kehidupan sehari-hari, maka hari ini Allah melalui Rasul Paulus menunjukkan prioritas doa yang lebih tinggi, yaitu pertumbuhan rohani agar kasih Kristus menjadi penggerak seluruh kehidupan.

Tekadku
Ya Tuhan, ampunilah bila dalam doa yang dipanjatkan, aku hanya berfokus pada kepentingan atau ambisi diri. Berikanlah hikmat dan tuntunan-Mu, agar aku makin mengenal kasih-Mu dan menjadikannya sebagai landasan hidupku.

Tindakanku
Aku akan belajar untuk makin mengenal kasih Kristus dengan membiasakan diri rajin bersaat teduh dan membangun persekutuan dengan Tuhan .

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«