suplemenGKI.com

Minggu, 18 Juli 2021

17/07/2021

KRISTUS SANG PENDAMAI

Efesus 2:13-22

 

PENGANTAR
“Pendamai” berarti orang yang mengupayakan perdamaian, yaitu keadaan tanpa perang, tanpa bermusuhan,  rukun dan tenang.  Makna dalam lingkup sosial dan politik ini juga dapat menggambarkan kebenaran yang lebih besar dalam konteks karya Kristus bagi manusia.   Itu sebabnya Dia dikatakan sebagai “Sang Pendamai”.  Artinya hanya Kristus saja yang diperkenan Allah melakukannya.  Sesungguhnya apa yang Kristus lakukan sebagai bukti karya pendamaian bagi manusia?  Mari kita merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Perubahan status seperti apa yang kemudian terjadi dan apa sebabnya? (ayat 13)
  • Melalui cara bagaimana ketentuan Hukum Taurat dibatalkan? (ayat 15)
  • Apakah saudara menyakini karya pendamaian Kristus?

Persoalan yang berakar pada perbedaan latar belakang tampaknya masih menjadi kendala dalam kehidupan jemaat Efesus.  Yahudi berkeyakinan bahwa mereka adalah umat yang kudus dan pilihan Allah. Tidak mudah bagi mereka menerima orang luar atau non Yahudi masuk dalam komunitas.  Bahkan mereka menganggap najis bila masuk ke rumah orang non Yahudi;  kecuali mereka mau mengikuti tata cara Yahudi seperti sunat dan hukum-hukum lainnya.  Jelas membutuhkan waktu untuk mengajarkan ulang apa yang seharusnya menjadi landasan pola pikir dan sikap jemaat yang konteksnya sangat beragam ini.  Melalui surat penggembalaannya, Paulus mengajak jemaat untuk bertumpu pada penggenapan janji Allah, melalui Yesus Kristus.

Minimal ada dua kebenaran karya Kristus yang ditegaskan Paulus kepada jemaat Efesus melalui suratnya ini.  Pertama: Keselamatan karena anugrah di dalam Kristus.  Frasa, “kamu sebagai orang-orang bukan Yahudi” (ayat 11) merupakan bentuk penggembalaan Paulus kepada jemaat non Yahudi, bahwa “kamu yang dahulu ‘jauh’ sudah menjadi ‘dekat’ oleh darah Kristus” (ayat 13).  Perubahan status ini terjadi bukan karena faktor keturunan atau suku, tetapi semata-mata karena kasih karunia dari Kristus yang rela mati menebus dosa manusia.  Paulus   meneguhkan kepercayaan mereka (non Yahudi) bahwa Kristus adalah kegenapan final dari pengharapan mesianis Yahudi.   Kedua: Keselamatan dari Kristus mendamaikan semua pihak.  Keselamatan memang berawal dari Yahudi melalui ketaatan Hukum Taurat, sehingga ‘wajar’ berkesan keselamatan bersifat terbatas bagi Yahudi.  Namun tidaklah demikian dalam rancangan Allah.  Apa yang ada di Hukum Taurat merupakan bayangan dari keselamatan yang akan datang (Ibr. 10:1).  Kematian Kristus “merubuhkan tembok” (ayat 15) dan “membatalkan hukum Taurat” sehingga keselamatan berlaku bagi siapapun, Yahudi dan non Yahudi.  Tidak ada lagi perseteruan seolah yang Yahudi lebih layak diselamatkan dibanding non Yahudi.  Keduanya diselamatkan dan dipersatukan, bahkan memperoleh “jalan masuk kepada Bapa” (ayat 18) melalui Kristus yang adalah “batu penjuru” (ayat 20).

Sesungguhnya Kristus sudah melakukan karya pendamaian itu bagi hidup kita, sehingga setiap kita memiliki hubungan yang harmonis dengan Bapa dan pengharapan yang pasti akan keselamatan kekal di dalam Dia.  Maka, apapun pergumulan kita hari ini mari kita ingat karya Kristus dan pengharapan kekal di dalam Dia.

REFLEKSI
Mari kita merenungkan: Karya pendamaian Kristus membuat kita menjadi pribadi yang memiliki pengharapan kekal.  Mari mewartakan kabar keselamatan kepada semua orang selagi masih ada kesempatan, agar dalam situasi sulit pun setiap orang memiliki pengharapan kekal di dalam Dia.

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk karya kasih-Mu.  Dalam situasi sulit saat ini, berikanlah kesempatan dan hikmat untuk mewartakan karya-Mu bagi anggota keluarga, teman dan orang-orang di sekitar yang belum mengenal kasih-Mu.  Agar dalam situasi apa pun mereka memiliki pengharapan kekal di dalam Engkau.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau menceritakan karya Kristus kepada salah satu anggota keluarga, teman atau siapa pun yang aku kenal; yang aku tahu mereka sedang mengalami kesulitan dan tidak memiliki pengharapan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«