suplemenGKI.com

Minggu, 12 September 2021

 

THE POWER OF WORDS

Yakobus 3:1-12

 

Pengantar
A Thousand Words (2012) adalah sebuah film komedi keluarga yang mengisahkan tentang seorang pengusaha sukses namun mudah sekali melontarkan kata-kata yang menyakiti orang di sekitarnya, bahkan juga kepada sahabat dan anggota keluarganya sendiri. Sampai suatu hari, sebuah pohon dengan jumlah daun seribu lembar tumbuh di halaman rumahnya. Setiap kali mengucapkan satu kata, maka satu lembar daun gugur dari pohon tersebut. Pohon itu harus tetap hidup dan tidak boleh kehilangan daunnya. Si pengusaha ini berusaha untuk menjaga agar pohon tersebut tidak mati dengan cara belajar mengendalikan perkataannya.

Pemahaman
•   Ayat 1-2     : Bagaimana Yakobus mengukur kesempurnaan manusia?
•   Ayat 3-8    : Apa inti peringatan Yakobus tentang lidah?
•   Ayat 9-12  : Apa nasehat Yakobus tentang menjaga lidah?

Yakobus menulis surat kepada kedua belas suku di perantauan. Mereka hidup di lingkungan yang baru dan asing. Mereka yang telah memegang iman percaya kepada Yesus Kristus sangat diuji di lingkungan baru yang tidak mengenal Dia. Untuk itulah, Yakobus membekali mereka agar dapat bertahan dan beradaptasi dengan baik sebagai seorang pengikut Kristus di tengah lingkungan. Maka, Yakobus menyampaikan tentang pentingnya iman dan aplikasinya pada menjaga lidah sebagai anggota tubuh yang digunakan untuk berkata-kata sebagai salah satu upaya untuk menjaga kehidupan yang sempurna di dalam Kristus.

Kata-kata memang memiliki kekuatan tersendiri. Itulah peringatan yang sesungguhnya disampaikan oleh Yakobus kepada pembaca surat ini. Yakobus menyatakan bahwa memang tidak ada orang yang sempurna dan bersalah dalam banyak hal, apalagi jika dikaitkan dengan urusan perkataan yang keluar dari mulut manusia. Yakobus menekankan hal ini pada konteks pengajar-pengajar yang ada, yang selama ini malah lebih sering mengutamakan ajaran tradisi Yahudi daripada ajaran tentang Kristus. Pada masa itu juga, pengajaran dilakukan secara lisan dan menjadi guru adalah pekerjaan yang diinginkan oleh banyak orang karena mudah mendapat perhatian banyak orang, namun pada masa itu banyak guru yang tidak memperhatikan perkataan yang keluar dari mulutnya.

Yakobus menjelaskan dengan ilustrasi bahwa lidah adalah bagian yang kecil namun harus dikendalikan, seperti kekang pada mulut kuda, kemudi pada kapal, dan api di tengah hutan. Yakobus menekankan bahwa hal kecil (mengendalikan perkataan) ternyata memiliki dampak yang besar. Yakobus mengingatkan tentang salah satu keterbatasan dan kelemahan manusia, yaitu ketika tidak dapat menjinakkan lidah. Peringatan Yakobus ini memiliki makna bahwa dalam kehidupan ini setiap orang tidak dapat meremehkan hal yang kecil. Dengan memerhatikan hal yang kecil, setiap orang akan semakin mampu berhati-hati dan bijaksana. Sebab, Yakobus menekankan bahwa “lidah adalah sesuatu yang buas”, yang berarti bisa keluar dari kendalinya. Lidah cenderung berbuat jahat dan berpotensi besar merusak relasi antar manusia. Sebagai orang percaya yang telah hidup dalam Kristus, maka Yakobus mengajak pembacanya untuk terus mampu mengendalikan lidah dan juga menjaga tutur kata yang keluar agar selalu dapat mencerminkan Firman Tuhan.

Refleksi
Sebagai orang yang sudah ditebus oleh Kristus, kita telah mengalami kehidupan baru bersama dengan-Nya. Ia selalu ada di dalam hati dan pikiran kita. Oleh karen itu, kehidupan kita mencerminkan kehadiran-Nya. Tidak ada bagian dari tubuh kita yang terlepas dari cerminan Tuhan, termasuk hati dan lidah kita. Maka itu, kita perlu belajar untuk mengendalikan diri dan hati kita dengan sungguh-sungguh. Seringkali, emosi yang tersulut atau ambisi yang berlebih membuat kita tidak dapat menahan perkataan yang keluar dari mulut kita. Seluruh hidup dan tubuh kita menjadi pribadi yang berdosa hanya karena anggota tubuh yang kecil. Untuk itu, marilah kita belajar mencerminkan pemimpin sejati dalam hidup kita, yaitu Yesus Kristus. Perkataan yang keluar dari mulut kita harus konsisten, selaras, atau sejalan dengan kebenaran-kebenaran yang telah kita dapatkan dari Firman-Nya.

Tekadku
Tuhan, ajarkan kami untuk dapat mengendalikan perkataan dan perbuatan kami. Jangan biarkan kami semakin jauh dari-Mu hanya karena terpancing emosi dan ambisi atau keinginan kami sendiri.

Tindakanku
Dengan pertolongan Tuhan, saya berjanji akan mengendalikan kata-kata yang saya ucapkan dan belajar untuk mengungkapkan kebenaran dengan cara yang tepat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*