suplemenGKI.com

Kamis, 3 Juni 2021

02/06/2021

2 Korintus 4:1-6

PEMBERITA INJIL YANG SEJATI

PENGANTAR
Semakin tinggi tempat kita berdiri, semakin kencang angin bertiup.  Kenyataan inilah yang harus dihadapi Paulus di Korintus.  Jemaat Korintus adalah sebuah jemaat yang besar dan mempunyai banyak potensi.  Namun, justru di tempat inilah Paulus juga harus menghadapi musuh-musuh besarnya.  Paulus menyebut mereka sebagai ”. . . rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus (11:13-15).  Siapakah mereka?  V.C. Pfitzner setuju dengan hasil telaah beberapa ahli yang menyimpulkan bahwa mereka adalah ”para penginjil keliling yang kharismatik.”  Orang-orang inilah yang rupanya sedang berebut pengaruh dengan Paulus.  Itulah sebabnya mereka berusaha menghancurkan kewibawaan Paulus sebagai seorang rasul.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-2.   Tuduhan-tuduhan apakah yang dilontarkan kepada Paulus oleh musuh-musuhnya? (ay.2a). Bagaimana sikap Paulus menghadapi mereka?  (ay.1b, 2b). Mengapa dia bisa bersikap demikian? (ay.1a)
  • Ay. 3-4.   Apakah Paulus selalu “berhasil” dalam pemberitaan Injil?  Bagaimana Paulus memandang “kegagalan” tersebut?
  • Ay. 5-6.   Dalam memberitakan Injil, Paulus mempunyai prinsip-prinsip yang dipegangnya secara teguh.  Prinsip-prinsip apakah itu?  (sebutkan minimal tiga hal). Apa hubungannya dengan kesulitan-kesulitan yang dihadapi Paulus di atas?

Oleh musuh-musuhnya Paulus dituduh berlaku licik dan memalsukan firman Allah.  Tuduhan ini tentu sangat menyakitkan bagi seseorang yang telah bekerja keras melakukan pekabaran Injil.  Namun, Paulus menegaskan bahwa semua tidak membuatnya tawar hati.  Paulus bahkan memberikan kesempatan semua orang untuk menilai apa yang telah dilakukannya.  Paulus menyadari sepenuhnya bahwa pelayanan yang dilakukannya semata-mata merupakan anugerah Allah.

Apakah Paulus selalu berhasil dalam pemberitaan Injil yang dilakukannya? Tidak.  Ada orang-orang yang tidak mau percaya terhadap Injil yang diberitakannya.  Ini pun tidak membuat Paulus tawar hati.  Paulus sepenuhnya menyadari bahwa memang ada orang-orang yang tidak dapat menerima pemberitaan Injil. Berhasil atau gagal, Paulus tetap memberitakan Injil dan memegang teguh prinsip-prinsip pekabaran Injil.  Prinsip-prinsip apakah itu?

Pertama, seorang pemberita Injil harus memberitakan Yesus Kristus, bukan memberitakan dirinya sendiri.  Kedua, seorang pemberita Injil menempatkan dirinya sebagai hamba bagi orang-orang yang dilayaninya.  Ketiga, seorang pemberita Injil bersandar sepenuhnya kepada pekerjaan Allah (Roh Kudus) dalam hati manusia.  Dengan prinsip-prinsip itu Paulus akan tetap melakukan pemberitaan Injil, meskipun menghadapi serangan dari musuh-musuhnya dan meskipun ada sebagian orang yang menolak Injil yang diberitakannya.  Bagaimana dengan pelayanan Anda?

REFLEKSI
Pekabar Injil sejati dengan setia memberitakan Yesus Kristus, bukan memberitakan dirinya sendiri.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar mampu menggunakan setiap kesempatan yang Engkau sediakan bagiku untuk memberitakan Injil-Mu, dengan penuh semangat dan cara yang paling tepat.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ke depan, aku akan bercerita mengenai Yesus kepada minimal satu orang dan mendoakan orang tersebut dalam doa syafaatku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»