suplemenGKI.com

Kamis, 22 April 2021

21/04/2021

PETRUS DAN YOHANES

Kisah Para Rasul 4:1-12

 

Pengantar
Menerobos lampu merah adalah salah satu dari sekian banyak kesalahan lalu lintas yang bisa kita saksikan di jalan. Kesalahan itu sudah dianggap biasa oleh pengguna jalan. Untuk menegakkan kebenaran di lingkungan yang tidak benar memang lebih sulit dari yang kita bayangkan. Petrus dan Yohanes pada hari ini mengajarkan kita untuk selalu setia dalam kebenaran walau ada di tengah situasi yang tidak memungkinkan.

Pemahaman

  • Ayat 1-4               : Apa yang terjadi pada Petrus dan Yohanes?
  • Ayat 5-12             : Bagaimana Petrus menerangkan tentang kebenaran Kristus?

Kesaksian Petrus dan Yohanes terus memberi dampak positif bagi kepercayaan pada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Ayat keempat mencatat bahwa kira-kira lima ribu orang laki-laki menjadi percaya. Petrus dan Yohanes tengah memberi kesaksian bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati (ayat 2). Ajaran itu yang membuat orang-orang Saduki menjadi sangat marah dan bersama dengan imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah, pergi menangkap mereka untuk dibawa ke pengadilan. Mereka yang berencana untuk menangkap Petrus dan Yohanes bukan hanya karena kebencian, tetapi juga tidak percaya bahwa seorang nelayan seperti Petrus mampu membuat orang menjadi percaya kepada Yesus Kristus mengalahkan imam-imam dan orang Saduki yang dianggap memiliki kepandaian. Sebagai keterangan pelengkap, ayat ketiga belas menuliskan bahwa Petrus dan Yohanes dianggap sebagai orang biasa yang tidak terpelajar. Namun, Petrus dan Yohanes tidak gentar.

Pertanyaan dalam pengadilan tentang “kuasa manakah atau dalam nama siapakah mereka bertindak demikian (ay. 7)” menunjukkan bahwa Mahkamah Agama memiliki kuasa yang paling besar dalam menentukan hukuman, sehingga dengan pertanyaan tersebut sebetulnya mereka tengah merasa bahwa tidak ada yang bisa menandingi kuasa yang mereka miliki di dalam pengadilan itu. Namun, Petrus yang penuh dengan Roh Kudus justru berani menjawab pertanyaan mereka dengan berkata “dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati (ayat 10)”. Perkataan Petrus memberi dampak bagi Mahkamah Agama yang sedang mengadili mereka. Mereka mengingat bahwa mereka pernah mengadili Yesus, sekaligus membangun kembali kebencian mereka terhadap Yesus dan para pengikut-Nya. Petrus tidak pernah takut. Ia terus menyatakan kebenaran sekalipun dalam situasi yang sangat berbahaya. Petrus juga menjelaskan dasar dari keselamatan kepada mereka di tengah situasi yang tidak memungkinkan, “dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (ayat 12)”, yang semakin memperkuat bahwa ada karya Roh Kudus di dalam perbuatan dan kesaksian Petrus. Petrus tidak menampilkan dirinya sebagai orang yang paling pandai atau paling berani. Petrus dan Yohanes hanya melakukan bagian tugas mereka sebagai para rasul, yaitu memberitakan tentang Yesus Kristus. Sekalipun mereka menjalankan tugas itu dalam kebenaran, selalu ada orang atau kelompok yang membenci apa yang sedang mereka lakukan. Di dalam kebenaran, karya Roh Kudus hadir memberi keberanian kepada Petrus dan Yohanes untuk memberi kesaksian tentang Yesus Kristus yang mereka beritakan. 

Refleksi
Roh Kudus membekali hidup kita dengan keberanian untuk menyatakan nilai-nilai kebenaran. Setiap kali kita hidup dalam keberanian untuk menyatakan kebenaran, sesungguhnya itu adalah bagian dari pekerjaan Roh Kudus melalui kehidupan kita. Kita belajar untuk meneladani Petrus dan Yohanes yang mampu menyatakan kebenaran dengan penuh keberanian. Walau belakangan ini kita sering diperhadapkan pada ketakutan untuk melakukan kebenaran, Roh Kudus akan memampukan kita dan memberi kekuatan serta kemampuan pada kita untuk menjalani hidup yang penuh dengan kebenaran. Sebab melalui hidup dalam kebenaran, karya kasih Kristus mampu disaksikan oleh banyak orang. 

Tekadku
Tuhan, kami berani untuk menyatakan kebenaran dalam kata dan tindakan. Lengkapilah kami dengan hikmat-Mu untuk dapat melakukan kebenaran di tengah situasi yang tak mudah.

Tindakanku
Jika bertemu situasi yang sulit, saya akan memotivasi diri dengan mengatakan “saya berani untuk menyatakan kebenaran Kristus dalam kata dan tindakan”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«