suplemenGKI.com

Kamis, 10 Juni 2021

09/06/2021

Melihat Dengan Pengharapan

2 Korintus 5:1-10

Pengantar

Manusia tidak dapat hidup tanpa pengharapan. Bila kita tidak memiliki pengharapan bahwa hari esok akan lebih baik atau sama dengan hari ini, maka kita enggan menghadapi hari esok. Semakin hilang pengharapan itu dari diri kita, semakin enggan pula kita melanjutkan hidup ini. Hari ini kita akan merenungkan tentang pengharapan yang dimiliki orang Kristen.

Pemahaman

-   Pengharapan apakah yang dikemukakan rasul Paulus di dalam ayat perenungan kita hari ini?

-   Apakah dampak pengharapan tersebut bagi kehidupan Saudara sehari-hari?

Dalam ayat perenungan kita hari ini Paulus berbicara tentang tubuh kita yang fana, yang akan binasa seiring dengan kematian yang akan kita alami. Paulus menggunakan istilah “kemah” untuk menggambarkan hal ini. Pada waktu kita hidup dengan tubuh ini, yaitu hidup di dalam dunia yang fana ini, kita mengalami berbagai penderitaan yang membuat kita mengeluh. Namun seharusnya kita tidak perlu berputus asa, sebab suatu ketika nanti tubuh yang fana ini akan dibongkar dan kita pindah ke tempat kediaman yang baru, yaitu di surga yang kekal. Itu sebabnya pada waktu mengalami penderitaan, seharusnya kita tidak berputus asa seakan tidak memiliki pengharapan lagi. Paulus secara pribadi juga mengalami berbagai penderitaan tersebut dan tidak berputus asa. “Tetapi hati kami tabah”, demikian Paulus menegaskan sikapnya. Hal ini dikarenakan Paulus fokus melihat pada pengharapan, yaitu saat pembongkaran kemah ini serta beralih menetap bersama Tuhan.

Meskipun demikian hal itu tidak berarti Paulus hidup dengan tidak bertanggungjawab. Demikian pula halnya dengan kita. Satu prinsip yang ditegaskan Paulus di dalam ayat 9 adalah “kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya”. Upaya untuk terus hidup berkenan kepada Allah inilah yang menjadi landasan hidup setiap orang percaya. Prinsip ini menjadi jiwa bagi sikap hidup orang yang memiliki pengharapan akan kehidupan di dalam kekekalan yang akan datang.

Refleksi :

Kehidupan yang kita jalani bukan hanya kehidupan di dalam dunia yang fana ini, melainkan juga kehidupan dalam dunia kekekalan nanti. Dengan sikap hidup seperti apa kita menjalani kehidupan tersebut, baik yang pada masa kini maupun nanti?

Tekadku:

Doa:  Bapa surgawi tolonglah kami untuk terus memandang pengharapan akan hidup dalam kekekalan bersama-Mu. Karena itu tolong kami untuk terus hidup berkenan kepada-Mu. Amin.

Tindakanku:

Saya akan belajar untuk menggunakan pengharapan akan hidup bersama Kristus dalam menjalani kehidupan ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«