suplemenGKI.com

Jumat, 30 April 2021

29/04/2021

DIA SUNGGUH BESAR

Mazmur 22:26-31

 

Pengantar
Selama pandemi Covid-19 ini, apakah isi doa kita? Apakah kita hanya mencurahkan isi hati kita yang sedang susah dan segala beban serta kesulitan yang sedang kita hadapi? Banyak doa hanya sebatas keluhan,ratapan dan jeritan kesusahan bahkan tak sedikit orang malah berhenti berdoa karena putus asa. Orang bilang, TUHAN mendengar jeritan permohonan maka dalam krisis dan kesulitan, panjatkanlah doa yang meminta belas kasihan-NYA. Tentu hal ini benar namun apakah hanya jeritan dan permohonan yang kita nyatakan kepada TUHAN yang telah banyak berkarya besar dalam kehidupan ini? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 25 – 27 : Mengapa Pemazmur memuji-muji TUHAN?
  • Ayat 28- 30   : Mengapa segala bangsa sujud menyembah TUHAN?
  • Ayat 31       : Apakah yang akan diceritakan anak cucu kepada angkatan yang akan datang?

Dalam Mazmur hari ini, kita mengikuti doa yang dipanjatkan Pemazmur kala berada dalam kesulitan dan penderitaan. Menariknya, doa Pemazmur tidak berhenti pada jeritan dan ratapan serta seruan  memohon pertolongan ( ayat 1-22 ) tapi berlanjut dengan memuji TUHAN untuk pertolongan yang akan datang bahkan mengajak umat untuk memuji TUHAN. Ini berarti Pemazmur sungguh mengimani bahwa TUHAN tidak melupakan atau membuang dirinya sebaliknya mendengar dan menolongnya. Oleh karenanya Pemazmur bertekad melaksanakan nazarnya ( ayat 26b). Pemazmur yakin bahwa TUHAN berdaulat atas isi seluruh bumi maka semua bangsa dan semua orang yang dulu menentang-NYA dengan sombong, akan tunduk dan sujud menyembah di hadapan-NYA. Kebesaran dan keadilan TUHAN bagi seluruh bangsa akan diceritakan anak cucu secara turun temurun.

Doa Pemazmur yang memuji dan mengagungkan kebesaran TUHAN ini menunjukkan betapa besar iman, pengharapan dan kesetiaannya kepada-NYA. Kalimat doa yang penuh iman ini menyejukkan hati yang sedang merana oleh derita. Seberat apapun kesulitan dan penderitaan yang harus ditanggung tak membuat Pemazmur kehilangan iman malahan makin kuat beriman pada kasih setia TUHAN.

Sebagai orang beriman, kita  bukan hanya memandang kesulitan dan penderitaan melainkan memandang TUHAN lebih daripada kesulitan dan penderitaan. Kala kita fokus memandang TUHAN maka kita akan semakin mengagumi dan mengimani betapa berdaulatnya DIA atas kehidupan ini dan betapa besar kasih setia-NYA atas umat-NYA. Maka pujilah dan agungkan TUHAN dalam setiap doa kita.

Refleksi:
Dalam keheningan, arahkanlah pandangan Saudara ke langit yang besar dan luas. Apakah Saudara meyakini bahwa kasih setia TUHAN jauh lebih besar dan luas daripada langit ciptaan-NYA?  Apakah Saudara juga meyakini bahwa kasih setia TUHAN yang besar, luas dan tak terbatas itu juga diberikan kepada Saudara? Apakah Saudara yakin dalam pelbagai persoalan dan derita yang melanda, TUHAN sedang berkarya untuk menolong melebihi apa yang Saudara pikirkan?

Tekadku:
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu fokus memandang dan memuji kebesaran-MU sekalipun hidupku didera oleh derita dan pelbagai duka serta bencana.

Tindakanku:
Dengan penuh iman, aku akan selalu memuji kebesaran dan kasih setia TUHAN  dalam setiap doaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»