suplemenGKI.com

Jumat, 16 April 2021

15/04/2021

1 Yohanes 3 : 1-10

TETAP MEMEGANG IDENTITAS SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH

 

PENGANTAR
Banyak orang bangga menjadi anak pejabat. Mengapa demikian ? Karena menyandang status sebagai anak pejabat, maka si anak secara langsung membawa citra dan nama baik dari sang pejabat tersebut.

Nah, jika anak pejabat harus membawa citra dan nama baik dari sang pejabat, bagaimana halnya dengan kita sebagai orang Kristen yang adalah anak-anak Allah ? Apakah kita juga harus menjaga citra dan nama baik Tuhan Allah ? Mari kita memperhatikan renungan hari ini.

PEMAHAMAN

  • Jika orang Kristen adalah anak-anak Allah, siapakah yang harus menjadi teladan hidupnya ? (ayat 1-3)
  • Kehidupan yang bagaimana yang dimiliki anak-anak Allah ? (ayat 4-6)
  • Mengapa orang Kristen harus menjaga identitasnya sebagai anak-anak Allah ? (ayat 7-10)

Anugerah terbesar dalam hidup orang Kristen yang jarang disadari adalah statusnya sebagai anak-anak Allah. Mengapa demikian ? Jika dikatakan bahwa status sebagai anak-anak Allah adalah anugerah terbesar, itu merujuk kepada siapa diri kita sebelum percaya kepada Kristus. Bukankah sebelum percaya kepada Kristus, kita adalah hamba dosa, yang pantas mendapat murka Allah ? Oleh sebab itu kita bersyukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mengangkat kita menjadi anak-anak Allah.

Menjadi anak-anak Allah adalah status yang penting. Namun yang tak kalah pentingnya adalah menjalani hidup sebagai anak-anak Allah. Lalu bagaimana kita dapat menjalani kehidupan di dunia ini sesuai dengan kebenaran-Nya.

Yang Pertama : Menjadikan Yesus sebagai contoh atau teladan (ayat 1-3). Sebagai anak-anak Allah pasti kita mengenal Yesus dengan benar. Kata “mengenal” (ayat 1) menunjukkan hubungan yang dekat, seperti orang tua dan anak. Kedekatan itulah yang membuat orang percaya harus menjadikan Yesus sebagai teladan dalam hidupnya. Kedua : Hidup sesuai dengan kebenaran-Nya  (ayat 4-6). Kesadaran yang harus dimiliki oleh anak-anak Allah adalah bahwa semua dosa dan kesalahan kita sudah ditebus oleh Yesus (5). Dan supaya kita tidak hidup dalam dosa maka kita harus tinggal di dalam Dia (6) atau hidup sesuai kebenaran-Nya. Ketiga : Terus memegang identitas kita sebagai anak-anak Allah dengan tugas menolak dosa, ketidakbenaran dan kejahatan (ayat 7-10). Dan jangan lupa kita harus selalu hidup dalam kasih dan kebenaran.

REFLEKSI :
Marilah kita merenungkan: Apakah anda tahu dan sadar bahwa diri anda adalah anak-anak Allah ? Apakah kehidupan anda sudah mencerminkan status anda sebagai anak-anak Allah ?

TEKADKU :
Ya Tuhan, saya mengucap syukur, karena Anugerah-Mu, Engkau mengangkat saya menjadi anak-anak Allah. Kiranya saya dapat mengikuti teladan Yesus dalam kasih dan kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

TINDAKANKU :
Mulai hari ini saya akan melakukan hal yang benar dan penuh kasih kepada sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«