suplemenGKI.com

Jumat, 11 Juni 2021

10/06/2021

Melihat Dengan Hati Yang Baru

2 Korintus 5:11-21

Pengantar

Setelah berbicara tentang pengharapan orang percaya, dalam ayat-ayat berikutnya Paulus berbicara tentang keadaan orang percaya sebagai ciptaan baru. Topik tentang ciptaan baru ini akan menjadi bahan perenungan kita hari ini.

Pemahaman

-    Dapatkah Saudara mengingat, perubahan apa yang terjadi pada diri Saudara pada waktu percaya kepada Kristus?

-    Apa yang dimaksud Paulus dengan “siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru”?

Setelah berbicara tentang pengharapan yang dimiliki oleh orang percaya, sebagaimana yang sudah kita renungkan kemarin, kini Paulus berbicara tentang kondisi orang percaya sebagai ciptaan baru. Di dalam ayat 17 Paulus berkata dengan tegas, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”.

Pengertian ciptaan baru di sini bukanlah merujuk kepada “kemah” yang baru, seperti yang sudah disinggung dalam perenungan kemarin, melainkan hati yang baru. Bila kita melihat ayat 16 yang berbicara tentang cara menilai seseorang, maka akan menjadi lebih jelas bahwa pengertian hati yang baru ini terkait erat dengan cara pandang yang baru, cara menilai yang baru. Sebelum mengalami pertobatan, yang menghantar Paulus untuk berada di dalam Kristus, Paulus menilai seseorang menurut ukuran manusia. Demikian pula di dalam menilai Kristus, Paulus menggunakan ukuran manusia. Akibatnya, Paulus gagal melihat Kristus sebagai Mesias, Sang Juruselamat yang telah dijanjikan Allah. Namun setelah percaya kepada Kristus, Paulus dapat melihat dengan jelas bahwa Kristus adalah Sang Mesias yang dijanjikan. Hal ini mempengaruhi cara pandang Paulus secara keseluruhan. Sebab sebagai ciptaan baru, kini Paulus diliputi kasih Kristus yang telah rela mati di atas kayu salib bagi umat pilihan-Nya, sebagaimana yang dinyatakannya dalam ayat 14, “Sebab kasih Kristus yang telah menguasai kami……”.

Refleksi :

Pada waktu percaya kepada Kristus, secara lahiriah kita tidak mengalami perubahan apapun juga. Tetapi secara batiniah seharusnya ada perubahan nyata di dalam hidup kita, yaitu kita dikuasai kasih Kristus, serta tidak menilai segala sesuatu secara lahiriah lagi. Adakah perubahan semacam itu terjadi di dalam diri kita?

Tekadku:

Doa:  Bapa surgawi, tolonglah kami agar dari hari ke hari kehidupan kami semakin dikuasai oleh kasih Kristus. Amin.

Tindakanku:

Saya mau belajar menghayati kasih Kristus setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«