suplemenGKI.com
Yohanes Pembaptis tegas tapi rendah hati, GKI Ressud (Yohanes 1 : 6-8, 19-28).  Datanglah Yohanes Pembaptis ke seluruh daerah Yordan dan berseru Bertobatlah sebab kerajaan Sorga telah dekat”. Pada saat itu tergenapilah nubuat nabi Yesaya “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun.

Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya”. Ada 2 hal penting yang dapat dipelajari dari pribadi seorang Yohanes Pembaptis. 1.       TEGAS. Penampilannya sangat sederhana tetapi dia datang dengan berita yang menggemparkan.  Dengan tegas dia berani menegur dosa umat Israel dan menyerukan ajakan untuk bertobat. Bahkan dengan berani pula dia menegur dengan keras perilaku orang-orang Farisi dan Saduki yang terkenal munafik, dan terlebih lagi tanpa kompromi menegur raja Herodes atas segala kejahatan yang telah dilakukan. Selain tegas, Yohanes Pembaptis adalah seorang yang  konsisten  dan memiliki komitmen yang sangat  tinggi dalam pelayanannya. Terbukti dalam sepanjang hidupnya Yohanes Pembaptis selalu memberitakan tentang Tuhan Yesus dan mengajak banyak orang untuk bertobat dan datang kepada Yesus, Sang Mesias itu. Bahkan sampai dipenjarakan, menemui ajalnya, dia tetap setia sampai mati.  2.       RENDAH HATI. Yohanes Pembaptis berhasil dalam pelayanannya. Banyak jiwa bertobat  dan dibaptiskan, para pengikutnya diperkirakan tidak sedikit, dan banyak orang mengira bahwa dirinya adalah mesias yang sedang dinanti-nantikan umat Israel. Secara manusia, Yohanes Pembaptis patut berbangga sebagai seorang utusan Allah yang diagung-agungkan banyak orang, dapat saja menjadi lupa diri/ tinggi hati dengan menerima anggapan orang kepadanya sebagai mesias. Namun dengan tegas dan dengan penuh kerendahan hati dia berkata : “Aku bukan Mesias, Aku bukan Elia, Aku bukan nabi yang akan datang itu”. Aku hanya suara yang berseru-seru dipadang gurun. Yohanes Pembaptis mengakui dirinya hanya sebagai perintis bagi Yesus, hanya mempersiapkan jalan bagi Yesus, hanya bertugas untuk memberikan kesaksian akan Yesus. Dan inilah puncak kerendahan hatinya yaitu pada saat dia mengijinkan pengikutnya untuk datang dan menjadi pengikut/ murid Yesus. Pusat pelayanan Yohanes Pembaptis hanya satu, yaitu Yesus, bukan dirinya atau orang lain.

Saat ini dibutuhkan pelayan-pelayan Tuhan seperti Yohanes Pembaptis, yang berani dan dengan rendah hati berkata  “Ia harus makin besar tetapi aku makin kecil” (Yoh 3:30). Amin

( AK )

(AK)   

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*