suplemenGKI.com

Seperti penjelasan bacaan minggu yang lalu, sejak pasal 60 sebagian besar nubuatan Yesaya berbicara mengenai kemuliaan bangsa Israel di masa yang akan datang.  Kepulangan mereka ke Yerusalem mendapat perhatian khusus dari Yesaya.  Dalam pasal 61 diuraikan keadaan mereka setelah mereka mendapat perkenan Tuhan.  Seorang penafsir memberikan judul isi pasal ini sebagai ”Tahun Perkenan Tuhan.”  Berdasarkan isi ayat 1 dan 2, para penafsir pada umumnya sepakat bahwa gambaran dari pasal ini didasarkan pada perayaan tahun Yobel (tentang tahun Yobel, lihat Imamat 25), tahun ketika kebebasan dan pemulihan diproklamasikan.

1.    Ay. 1a.  Ayat ini menggambarkan sebuah peristiwa khusus, yaitu pengurapan yang diterima oleh hamba Tuhan yang akan mewartakan kabar baik kepada umat-Nya.  Menurut Anda, mengapa seorang pemberita kabar baik perlu mendapatkan pengurapan seperti ini?  (Pertimbangkanlah dari dua sisi: si pemberita itu sendiri dan orang-orang yang menerima berita tersebut).

2.    Ay. 1b-3. Apa isi berita yang harus disampaikan kepada umat-Nya?  Bagaimanakah kondisi mereka pada waktu itu?

3.    Kabar baik seperti apakah yang diperlukan oleh masyarakat di sekitar kita sekarang ini? 

4.    Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat dipakai Tuhan untuk menyampaikan kabar baik bagi mereka?

 

Renungan:

Tahun Yobel – yang disebut juga Tahun Pembebasan – adalah tahun yang ditunggu-tunggu oleh umat Tuhan.  Pada tahun Yobel umat Tuhan mengenang, merayakan,dan mengalami kembali kasih dan kuasa Tuhan yang membebaskan umat-Nya dari berbagai macam penindasan.  Agar umat Tuhan dapat mempersiapkan diri menyambut Tahun Yobel, maka Tuhan mengirim hamba-Nya untuk mewartakannya pada masa-masa menjelang datangnya saat pembebasan tersebut.

Hamba Tuhan yang memberitakan kabar baik itu harus mendapat pengurapan Roh Tuhan.  Pengurapan ini diperlukan agar kuasa Tuhan senantiasa menyertai hamba Tuhan itu sehingga ia mampu melakukan tugas perwartaan itu dengan baik. Kuasa ilahi ini diperlukan karena pada waktu itu umat Tuhan sedang tertindas oleh penderitaan yang hebat.  Mereka berada dalam kondisi tidak berdaya dan putus asa. Hal ini nampak jelas dari serangkaian panjang kata-kata yang dipergunakan di ayat 1b-3: sengsara, remuk hati, tawanan, dari penjara, berkabung, dan semangat yang pudar.

Kabar baik yang berisi pemulihan, pembebasan, dan penghiburan itu juga diperlukan bagi masyarakat masa kini.  Di sekitar kita begitu mudah ditemui orang-orang yang terhimpit oleh berbagai macam penderitaan: kesulitan ekonomi, sakit-penyakit, kekurangan pangan, dan sebagainya.  Tidak sedikit dari mereka yang tidak berdaya dan putus asa.  Siapakah yang harus memberitakan kabar baik bagi mereka?  Tentu saja Tuhan tetap mengutus hamba-Nya, yaitu gereja dan kita, orang-orang percaya.  Sudahkah kita mengerjakan tugas ini dengan baik?  Terus terang, masih jauh dari yang semestinya.  Bahkan, tidak sedikit gereja dan orang-orang Kristen tidak peduli dengan keadaan masyarakat di sekitar mereka.  Bagaimana dengan gereja kita?  Bagaimana dengan Anda sendiri?

 

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. (1 Petrus 2:9)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

2 Comments for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*