suplemenGKI.com

Firman Tuhan pada bacaan hari ini ditujukan kepada bangsa Israel yang sedang dalam bayang-bayang kehancuran akibat serangan dari Kerajaan Babel. Sebagian dari orang-orang Israel sudah menjadi tawanan Babel. Tentu situasi ini bukanlah situasi yang mudah bagi bangsa Israel. Pada saat seperti itulah Tuhan datang berfirman melalui nabi Yeremia.

  1. Ayat 31-32: Bagaimana sikap Israel terhadap ikatan perjanjiannya dengan Tuhan?
  2. Ayat 31, 33: “Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka … dalam hati mereka…”, merupakan cara Tuhan mengadakan perjanjian yang baru dengan kaum Israel dan Yehuda. Apa maksud pernyataan tersebut?
  3. Ayat 33b-34a: Bagaimana cara umat Israel dapat mengenal Allah?
  4. Ayat 33-34: Sebagai kesimpulan, temukanlah apa tujuan Allah mengadakan perjanjian yang baru dengan umat Israel dan Yehuda? (sebutkan dua hal, dia akhir ayat 34 dan akhir ayat 35).
  5. Anda juga adalah milik Allah: bagaimana Anda sampai pada status/keadaan seperti ini? Apakah dapat dikatakan bahwa yang Allah lakukan pada bangsa Israel juga Ia lakukan pada diri Anda?
  6. Merenungkan kembali apa yang telah Allah lakukan pada Anda, dan juga bangsa Israel yang berdosa dan hancur karena ketidaktaatan mereka pada Allah, ungkapkan pujian/pengakuan/kekaguman Anda pada Allah dalam 1 kalimat saja!

 

Renungan

Yeremia melayani di masa akhir pemerintahan Israel dan Yehuda sebelum bangsa ini akhirnya dibuang ke Babel. Penderitaan dan kehancuran ini terjadi karena kerasnya hati bangsa ini yang hidup memberontak pada Tuhan.  Mereka mengingkari perjanjian dengan Allah.  Namun dalam keadaan yang demikian sebenarnya Allah bisa saja menghancurkan Israel lebih lagi, tetapi Allah tidak melakukannya.  Di dalam anugerahNya, Ia datang kepada umatNya yang hancur dan sekali lagi Allah bersedia mengadakan perjanjian yang baru dengan umatNya. Ia berkata, “Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka, dan menuliskannya dalam hati mereka…”, yang berarti Allah sendiri, dengan inisiatif dan usahaNya, akan mengadakan pemulihan bagi Israel dan Yehuda. Allah memberikan ‘hati’ yang baru kepada mereka sehingga mereka dapat mengenal Allah.  Dengan demikian Allah akan mengampuni mereka dan menjadikan mereka sebagai milik Allah. Ayat 34, “Dan tidak usah lagi orang mengajar saudaranya… : Kenallah Tuhan!” bukan berarti sebuah anjuran untuk meniadakan tanggung jawab pemberitaan atau pengajaran tentang Allah kepada sesama, melainkan sebuah pernyataan bahwa ketika orang menjadi milik Allah, itu bukan pekerjaan manusianya, melainkan pekerjaan Allah dalam diri orang tersebut. Dengan perjanjian yang baru inilah kita melihat besarnya anugerah Allah bagi kita orang berdosa yang seharusnya dimurkai oleh Allah. Bukankah pengalaman bangsa Israel dalam anugerah Allah ini makin jelas dalam Perjanjian Baru dalam diri Yesus Kristus yang sebentar lagi kita peringati kematian dan kebangkitanNya? Bukankah kita pun juga adalah orang berdosa yang telah menerima anugerah Allah? 

 

Pandanglah selalu pada salib Kristus dan Anda akan tahu bagaimana menangani banyak hal yang terjadi dalam hidup Anda

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*