suplemenGKI.com

Sabtu, 21 Agustus

Lukas 13:10-13

Kasih dan kuasa YESUS selalu dinyatakan di mana saja. DIA tak pernah tinggal diam manakala melihat manusia lemah yang berada dalam penderitaan.
Ayat 10-12: Apa yang dilakukan YESUS saat melihat seorang perempuan yang bungkuk
punggungnya?
Ayat 13 : Apa yang dilakukan oleh perempuan itu setelah mengalami kesembuhan?

Renungan:
Kisah penyembuhan yang disaksikan dalam perikop ini unik karena dilakukan pada hari Sabat (waktu kudus) dan di tempat kudus (sinagoge). Di tempat dan waktu yang kudus ini TUHAN YESUS menyatakan keagungan kasih dan kuasanya yang kudus dengan membebaskan seorang perempuan yang lama menderita dalam kelemahannya. Perempuan yang sakit itu tidak disebutkan namanya. Selama 18 tahun ia sakit sampai bungkuk punggungnya. Ia tidak dapat berdiri tegak lagi. Betapa menderitanya ia. Sosok perempuan ini mewakili golongan manusia yang tidak mendapatkan kasih sayang, rawatan perhatian dan mereka yang hidup terpinggirkan. Bagi orang-orang di sinagoge, orang seperti itu sama sekali tidak ada artinya, tapi bagi YESUS dia sungguh berarti. Oleh karenanya YESUS memberikan perhatian dan kasih yang mengalir dalam kuasa yang membebaskan orang itu dari sakit dan derita. Yang menarik adalah perempuan itu datang ke sinagoga tidak minta disembuhkan. Mungkin saja selain tidak dapat berdiri tegak, ia juga tidak dapat bicara dengan leluasa.
Melihat akan hal itu, dengan penuh kasih YESUS memanggil dan menyembuhkannya. Seketika ia sembuh, dapat berdiri tegak. Kalau sebelumnya pandangannya terbatas karena ia bungkuk maka sekarang ia mampu memandang bebas dengan perspektif luas. Ia bisa melihat ke atas; ia memuliakan TUHAN. Hatinya penuh syukur atas anugerah dan kuasa TUHAN yang membebaskannya. Nama ALLAH sungguh dimuliakan dengan karya penyembuhan itu. Kehadiran kasih yang peduli pada penderitaan dan kelemahan orang lain akan membuat nama ALAH dimuliakan. Dalam kehidupan sehari-hari ada orang-orang yang menderita dan lemah seperti perempuan berpunggung bungkuk itu namun tak mampu meminta pertolongan karena sudah terlalu menderita atau malahan sudah terbiasa berada dalam kelemahan dan penderitaan. Masih adakah orang di jaman ini yang mempedulikan mereka? Kesibukan dan individualisme membuat orang-orang di jaman ini tak peka melihat penderitaan orang lain. Ada pula yang mengatakan: ” Jika aku sendiri menderita, bagaimana mungkin bisa mempedulikan orang lain? ”
Ada orang lebih suka dipedulikan daripada mempedulikan. Ada orang lebih suka diperhatkan daripada memperhatikan. Ada orang lebih suka menerima daripada memberi. Padahal Firmana TUHAN berkata: “Lebih baik memberi daripada menerima.” Tentu orang Kristen mampu bersikap yang berbeda dari sikap-sikap itu.
Jika Saudara sedang berada dalam kelemahan, percayakah Saudara bahwa kasih kuasa TUHAN selalu mengalir membebaskan Saudara? Jika Saudara sudah mengalami anugerah dan kasih TUHAN yang menyembuhkan dan membebaskan, apakah Saudara telah mengalirkan anugerah dan kasih itu bagi orang lain? Jadilah tangan KRISTUS yang selalu terulur memberikan pertolongan. Milikilah hati KRISTUS yang selalu penuh kasih dan kemurahan. Berpikirlah seperti KRISTUS yang selalu berinisiatif memberi walau tanpa diminta. Milikilah mata bening KRISTUS yang mampu melihat dengan jelas setiap orang yang membutuhkan pertolongan.


Ulurkan tangan kasih tanpa menunggu diminta

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*