suplemenGKI.com

Kejadian 1:26-31

Menurut catatan Food and Agriculture Organization (FAO):
• Gaya hidup manusia yang konsumtif menyebabkan ± 1,3 miliar ton makanan terbuang percuma dan menjadi sampah setiap tahun.
• Padahal 1 dari 7 orang di dunia harus rela tidur dalam keadaan lapar dan lebih dari 20.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal setiap hari karena kelaparan.
Melihat kenyataan tersebut maka organisasi bentukan PBB yaitu UNEP (United Nations Environment Programme), yang setiap tahunnya bertanggungjawab atas penyelenggaraan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tepatnya 5 Juni 2013, mengangkat tema sentral mengenai makanan “Think.Eat.Save”.
Berdasarkan tema tersebut maka Kementrian Lingkungan Hidup mengajak masyarakat memperingati Hari Lingkungan Hidup dengan tema “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan”. Tema itu bertujuan: membuka kesadaran masyarakat akan pentingnya menyikapi pemanfaatan makanan dan sumber daya alam secara bijak. Hasil studi Kementrian Lingkungan Hidup menunjukkan:
• Perilaku konsumsi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhannya, 49,3% berupa bahan makanan yg berasal dari luar daerahnya. Hal itu berdampak bagi lingkungan seperti meningkatnya emisi karbon dari kegiatan pengangkutan bahan makanan.
• Perilaku ‘membuang’ makanan sangat tinggi, bukan hanya berdampak pemborosan keuangan tetapi limbah makanan menyebabkan pencemaran lingkungan. Makanan yang membusuk menciptakan lebih banyak metana. Metana 23 kali lebih kuat daripada CO2 menyumbang pembentukan emisi gas rumah kaca sebagai penyebab pemanasan global.
Itulah gambaran kondisi dunia, tempat tinggal kita saat ini.
Apa yang Allah katakan: Pertama, manusia diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah (ay.26). Artinya, manusia adalah wakil Allah, tanda kehadiran dan pemerintahan Allah atas segenap ciptaan yang ‘amat baik’ itu Kedua, manusia merupakan puncak ciptaan (ay.29). Manusia diciptakan setelah ciptaan lain, agar kebutuhannya terpenuhi. Allah memikirkan ketersediaan makanan, namun bukan berarti boleh makan semaunya untuk memuaskan keinginan. Ketersediaan makanan untuk mencukupi kebutuhan manusia bukan untuk memuaskan keinginan. Manusia diajak mengelola ketersediaan makanan dengan baik dan mengatur pola makan. Ketiga, manusia dirancang melakukan kebaikan, yaitu ‘berkuasa’ (ay.28). Artinya menata dan mengusahakan agar mendapat manfaat yang baik dari alam serta memelihara alam semesta. Manusia adalah wakil Allah di dunia, ‘gambar’ Allah, tanda kehadiran Allah atas ciptaan maka tugas “penguasaan” yang dilakukan manusia mempunyai sifat penatalayanan bukan eksploitasi.Manusia diberikan tugas ini semata-mata untuk memberlakukan tatanan yang teratur atas alam ciptaan, sebagaimana Allah juga telah mengatur alam semesta dengan “amat baik”.Ingatlah, gambar Allah pada diri kita tidak hanya ditemukan melalui kualitas rohani, tetapi juga melalui tindakan penatalayanan bagi kebaikan alam sekitar, pengaturan pola makan serta keteraturan dalam menjalani kehidupan.
-Su-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*