suplemenGKI.com

Kamis, 26 November 2015

Mazmur 25:8-10

Pengantar

Tuhan itu baik dan benar ! Ya, kalimat singkat itu memang benar, dan semua orang tahu tentang itu. Karena itulah bagian dari iman kepercayaan kita sebagai orang Kristiani. Nah, masalahnya adalah; apakah kalimat singkat “Tuhan itu baik dan benar” sudah betul-betul terintegrasi dalam kehidupan kita dan menjadi refleksi sehari-hari dari iman kita?

Pemahaman

  • Ayat 8-9         : Bagaimana refleksi iman Daud terhadap Tuhan Allah ?
  • Ayat 10          : Adakah TUHAN ALLAH melalaikan umat yang berpegang pada-Nya?

Hidup pada zaman abad 21 ini bukan perkara mudah. Di satu sisi memang kita dimanjakan oleh berbagai kemajuan teknologi dan informasi, yang berimbas pada hampir seluruh lini kehidupan. Tetapi, bukan berarti bahwa ketika dimanjakan dengan kemajuan teknologi-informasi seluruh kehidupan kita lantas menjadi serba mudah. Oh tentu tidak ! Justru, ada begitu banyak tantangan bagi kita yang hidup saat ini (misalnya: sulitnya mencari lowongan pekerjaan, kondisi ekonomi yang selalu fluktuatif, keadaan sosial masyarakat yang egoistis, dll). Tantangan itu yang seringkali menjadi pergumulan orang percaya dalam segala keterbatasannya. Apakah orang percaya melakukan korupsi demi meraup keuntungan? Apakah orang percaya berlaku curang? Bagaimana seharusnya mengolah keadaan hidup yang keras ini dalam terang iman kita?

Daud bukanlah manusia super, ia pun sama seperti kita yang memiliki kelemahan dan keterbatasan. Ia pernah jatuh di dalam dosa karena situasi yang begitu mendorong dia untuk melakukan dosa. Tetapi kemudian disepanjang hidupnya, Daud menyesali dosa-dosanya dan ia berjuang untuk terus mengarahkan hidupnya pada TUHAN. Mengarahkan hidup pada TUHAN di tengah kondisi yang sulit, bukanlah perkara mudah, penuh tantangan dan pasti membuat galau. Singkatnya, iman seakan diuji melalui kondisi yang riil di sekitar kita. Tetapi berkaca dari Daud, merefleksikan kisah kasih TUHAN dalam hidupnya (ay.8-9), menjadi salah satu kiat yang bisa dilakukan untuk membentengi hidupnya. Karena Daud yakin, bahwa jalan TUHAN itu pasti berujung pada kebaikan, dan orang yang bertahan dalam kesetiaan pada TUHAN, Ia akan menunjukkan pada kita kasih, kebenaran, dan kesetiaan-Nya (ay.10).

Refleksi

Ambillah waktu teduh pribadi. Dalam keheningan, ingatlah dan rasakanlah berbagai macam kebaikan TUHAN yang anda rasakan. Ambillah salah satu momen penyertaan TUHAN yang begitu berkesan bagi diri Anda sebagai pengingat dalam hidup Anda. Ingatlah bahwa TUHAN tidak pernah lalai pada umat-Nya. Bila demikian, apakah Anda mau melukai hati-Nya dengan ketidaksetiaan?

Tekadku

Ya TUHAN mantapkanlah imanku agar aku terus meyakini bahwa Engkau ada di pihakku. Apa pun yang akan terjadi, mantapkanlah langkahku untuk berani menghadapinya sebab kasih dan kuasa-Mu sumber pengharapanku.

Tindakanku

Setiap kali kondisi sekelilingku ada di luar kemampuanku, aku akan selalu ingat pada pertolongan TUHAN yang besar dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*