suplemenGKI.com

Rabu, 5 September 2012

Mazmur 146:3-10

Apakah Saudara berbahagia dalam hidup ini? Apakah sesungguhnya kunci kebahagiaan hidup? Dalam renungann hari kita akan berkaca pada kebahagiaan yang dialami Pemazmur.
Pendalaman Teks Alkitab

• Ayat 3-4: Mengapa ada nasihat “ jangan percaya kepada para bangsawan”?
• Ayat 5 : Siapakah yang dimaksud berbahagia dalam ayat ini?
• Ayat 6-9: Apakah karya TUHAN yang dialami oleh Pemazmur?
• Ayat 10 : Siapakah TUHAN yang dihayati Pemazmur?
• Siapakah TUHAN bagi Saudara?

Renungan

Dalam konteks jiwa yang memuji TUHAN, Pemazmur mengajak umat untuk tidak menggantungkan diri pada sesama manusia (kaum bangsawan) sebaliknya umat diajak untuk mempercayakan diri kepada TUHAN saja. Pada waktu itu orang biasa mengandalkan kebaikan para bangsawan (bdk. Amsal 19:6). Banyak orang berupaya mengambil hati para bangsawan; orang-orang dermawan. Mereka berharap keselamatan yaitu pertolongan, keamanan, kebahagiaan dan perlindungan pada sesama manusia. Pemazmur menyadari bahwa pertolongan yang terus-menerus tidak mungkin diharapkan dari manusia fana, yang hidup dan pemikirannya akan berakhir ketika tubuhnya kembali menjadi debu. Sesungguhnya manusia tidak mampu menyelamatkan diri sendiri. Hidup manusia ada batasnya. Manusia adalah makhluk dari tanah (Ibr: adam) maka akan kembali menjadi tanah. Oleh karena itu penting untuk memiliki sandaran yang tak terbatas, yaitu TUHAN. Pemazmur mengalami kebahagiaan ketika menaruh harapannya pada TUHAN.
Siapakah TUHAN bagi Pemazmur?
Pemazmur menjelaskan bahwa TUHAN adalah ALLAH Yakub, Dialah Pencipta langit dan bumi, laut dan segala isinya. TUHAN adalah Penolong yang maha kuasa. Pemazmur meyakini bahwa TUHAN PENCIPTA adalah juga TUHAN PENYELAMAT. Dia adalah ALLAH yang selalu setia dalam perbuatan dan perkataan-Nya. Kesetiaan-Nya ini ditunjukkan terutama dengan menegakkan keadilan bagi orang yang diperas dan memberikan makanan kepada orang lapar. TUHAN setia kepada orang menderita dan orang kecil. DIA membebaskan orang yang dipenjarakan tanpa salah, membuka mata orang yang kurang percaya dengan karya penyelamatan-Nya dan menegakkan orang-orang yang jatuh dan tertindas. TUHAN setia mengasihi orang-orang benar, menjaga orang-orang asing atau pendatang dan menopang atau memberi kekuatan kepada anak-anak yatim dan janda. Akan tetapi terhadap orang-orang fasik, jalan-jalannya dibengkokkan sehingga tidak mencapai tujuan sesuai dengan rencananya.

Madah ini ditutup dengan suatu pernyataan iman dan sekaligus seruan kepada Sion untuk menerima TUHAN dengan penuh kepercayaan dan sukacita. Dia adalah ALLAH Israel yang memerintah sebagai Raja turun temurun. Pada-Nya mereka dapat berharap. Berharap kepada TUHAN adalah menggantungkan atau mempercayakan hidup kepada-Nya.
Berbahagialah orang yang percaya kepada-Nya. Orang bisa berkata “saya percaya kepada TUHAN” tapi belum tentu mempercayakan diri hanya kepada TUHAN. Untuk mengalami kebahagiaan dalam hidup, kita bukan hanya percaya bahwa TUHAN tapi juga mempercayakan diri kepada TUHAN, mengandalkan TUHAN dalam setiap perkara kehidupan.

Kebahagiaan tidak pernah jauh dari kita asalkan kita mengandalkan ALLAH

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*