suplemenGKI.com

Sabtu, 4 Juli 2015

II Korintus 12:7-10

Pengantar

Memasuki satu pergumulan hidup membuat manusia tidak bisa berkata-kata karena begitu berat beban hidup yang menindih. Manusia yang lemah tersungkur di kaki TUHAN memohon kekuatan untuk menghadapi pergumulan itu. TUHAN tidak diam, Dia menyatakan kebaikan dan kasih-Nya kepada umat. Tatkala semua dapat dilewati, ketika kelegaan dirasakan, kembali manusia tidak bisa berkata-kata. Kali ini karena manusia kagum menyaksikan kebesaran TUHAN. Manusia terdiam mengalami cinta TUHAN yang nyata dalam hidupnya.

Pemahaman

  • Ayat 7             : Apa yang dimaksud dengan ‘duri dalam daging’?
  • Ayat 9-10       : Mengapa dalam kelemahan Rasul Paulus, kuasa TUHAN menjadi sempurna?

Rasul Paulus menyadari bahwa kemungkinan memegahkan diri itu bisa saja terjadi. Karena itu, dia menghayati bahwa ‘duri dalam daging’ adalah cara TUHAN menjaga agar dia tidak meninggikan diri. ‘Duri dalam daging’ yang dimaksud rasul Paulus adalah sebuah penderitaan berat yang harus dia tanggung. Galatia 4:14 memperjelas bahwa ‘duri dalam daging’ memiliki kaitan dengan tubuhnya. Apapun keadaan itu, kondisi tubuh Rasul Paulus yang dapat membuat orang menghina, atau memandangnya dengan jijik. Duri dalam daging adalah utusan iblis untuk menggocoh (memukul)-nya. Dalam ungkapan ‘utusan iblis yang menggocoh aku’, Rasul Paulus ingin menegaskan kerasulannya yang sejati. Iblis tentu tidak menyerang iblis, logikanya demikian. Tetapi meskipun iblis melakukan itu, kuasanya tetap terbatas, karena ALLAH-lah yang empunya kuasa.

Duri dalam daging adalah penderitaan yang tentu tidak diinginkan. Tiga kali Rasul Paulus berseru kepada TUHAN, supaya penderitaan itu berakhir.  Jawaban dari doa-doa itu jauh berbeda dari apa yang Rasul Paulus harapkan. Rasul Paulus berharap agar penderitaan itu lenyap, tetapi penderitaan itu tetap ada, yaitu untuk membuatnya rendah hati. Jawaban TUHAN itu tidak terpikirkan. Tetapi itu lebih baik dan lebih bagus dari yang diharapkan. Ada kuasa TUHAN yang bekerja dalam kehidupan Rasul Paulus. Karena ‘kasih karunia’ – kemurahan ALLAH yang cukup diberikan kepada Rasul Paulus. Dalam kelemahan kuasa TUHAN menjadi sempurna. Bagi Rasul Paulus, ini jauh lebih baik karena dalam kelemahan yang dihadapinya, kuasa KRISTUS turun menaunginya. Penderitaan apa pun yang dia alami karena KRISTUS, dengan senang dan rela dijalaninya. Karena, jika dia lemah, maka kekuatan TUHAN menjadi semakin nyata terjadi atas dirinya, dan Rasul Paulus menjadi semakin kuat.

Refleksi

Ambil waktu hening dan pikirkan bagaimana sikap Saudara ketika diperhadapkan pada sebuah persoalan berat dan ketika persoalan itu berlalu! Bagaimana reaksi Saudara pada masa lalu?

Tekadku

Ya TUHAN, mampukan aku untuk tidak bersungut-sungut ketika persoalan menghimpit hidupku karena aku tahu melalui itu aku dapat lebih mengalami cinta kasih-Mu dan Engkau selalu ada bersamaku karena Engkau tidak pernah meninggalkanku.

Tindakanku

Hari ini aku ingin menghadapi setiap persoalan dan masalah yang datang dengan satu pemikiran, TUHAN akan memampukanku melewati semua karena cinta dan kuasa TUHAN nyata dan sempurna dalam setiap ketidakberdayaanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»