suplemenGKI.com

Rabu, 25 Maret  2015

Mazmur 31:10-17

Pengantar

Seorang Ibu yang telah lama menderita sakit kanker sedang dirawat di rumah sakit. Makin hari sakitnya makin parah. Dia tergolek lemah tidak berdaya di atas ranjang namun dia selalu bisa tersenyum pada setiap orang yang datang mengunjunginya. Dia selalu menyambut antusias setiap orang yang ingin mendoakannya. Ketika ditanya, “Mengapa Ibu tampak selalu bersukacita walau kondisi fisik makin melemah?” Ia menjawab, “Buat apa bersedih? Saya sudah berupaya berobat, dokter sudah mengerjakan tugasnya untuk mengobati saya. Saya percaya TUHAN hadir dalam penderitaan saya. Biarlah TUHAN mengerjakan apa yang dipandang-Nya baik atas hidup saya.” Kalimat itu merupakan pernyataan sikap iman si ibu di tengah kesengsaraannya. Itulah yang membuatnya menyelesaikan hidup dengan damai sejahtera.  Saat sengsara, mampukah Saudara tetap percaya kepada TUHAN ? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 10-14: Mengapa Pemazmur minta belas kasihan ALLAH; apakah yang sedang dialaminya?
  • Ayat 15-17: Bagaimanakah sikap iman Pemazmur di tengah kesengsaraannya?

Konteks Mazmur 31 adalah pengalaman Pemazmur di tengah kesengsaraannya.  Pada waktu itu ia dicela dan dipermalukan oleh para musuhnya (ay. 12). Para musuh bersekongkol dan menyiarkan  dusta. Bahkan lebih daripada itu, sesungguhnya Pemazmur sedang dikejar-kejar  para musuh  (ay. 16) sehingga ia terjebak dalam jaring yang dipasang mereka.  Kesengsaraan Pemazmur dirasakan semakin bertambah sebab di tengah komunitasnya pun, ia merasa ditinggalkan (ay.12-13) sehingga ia menderita sakit ( ay.10-11), dipermalukan sebagai orang yang terbuang dari hadapan ALLAH.  Namun, lihatlah bagaimana sikap iman Pemazmur di tengah kesengsaraan yang berat. Saat ditindas para musuh, Pemazmur tidak meminta belas kasihan mereka, sebaliknya Pemazmur hanya berharap belas kasihan ALLAH (ay. 10). Tampaknya dalam kesengsaraan,  iman  Pemazmur justru bertambah kokoh sehingga ia dapat menyikapi masalah yang dihadapinya dengan sikap percaya kepada ALLAH. Sikap iman ini menggeser semua kesedihan, kepahitan dan rasa putus asanya.

Dalam Mazmur 31 ini, kesengsaraan pribadi Pemazmur juga menjadi gambaran kesengsaraan umat. Umat percaya yang  sedang bergumul dalam kesengsaraan dan kehilangan harapan, dituntun oleh Pemazmur untuk merasakan kehadiran ALLAH. Di tengah kesengsaraan yang bisa menghancurkan dirinya, banyak orang kehilangan iman percaya namun Pemazmur justru percaya bahwa ALLAH hadir dan mengaruniakan kekuatan untuk menopang kehidupannya.  Pemazmur merasa apa pun yang terjadi, masa hidupnya ada di tangan TUHAN Sang Penyelamat. (ay 16-17). Di sini kita melihat sikap iman yang jelas. Yakinlah bahwa kesengsaraan tidak bisa menghancurkan kehidupan umat percaya.

Refleksi:

Dalam keheningan, buatlah gambar perjalanan hidup Saudara dari lahir sampai dengan saat ini. Saat ada peristiwa yang menyenangkan, gambarkan dengan wajah yang tersenyum, saat bencana, sakit atau datang masalah lain,  gambarkan dengan wajah yang cemberut. Perhatikanlah ada berapa banyak gambar wajah yang cemberut? Kini lihatlah kembali dari awal, ingatlah bahwa Saudara telah mampu melalui semua peristiwa itu hingga kini. Apakah Saudara percaya bahwa TUHAN hadir dalam perjalanan hidup Saudara, termasuk memampukan Saudara melewati peristiwa atau kondisi yang sulit dan menyengsarakan? Bila Saudara percaya, sekarang gantilah gambar wajah-wajah yang cemberut dengan dengan wajah sukacita

Tekadku

Ya TUHAN, mampukanlah aku selalu memiliki iman percaya kepada-Mu, juga kala sengsara melanda. Mampukanlah aku mengekspresikan iman percaya kepada-Mu dalam senyum sukacita setiap saat.

Tindakanku.

Mulai hari ini, dalam kondisi apa pun,  setiap bangun pagi dan menjelang  tidur malam, aku akan berkata dengan penuh semangat: “Kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN. Engkaulah ALLAH-ku, Penopang hidupku!”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*