Sabtu, 29 Juni 2013

Lukas 9:51-56

Pengantar 

Adalah dua orang bersaudara Lina dan Santi. Suatu hari mereka berkonflik. Santi berusaha untuk meminta maaf dan ingin memulihkan kembali relasi persaudaraan mereka. Santi mendatangi rumah Lina namun kedatangannya ditolak. Ia tak diijinkan masuk rumah. Santi berupaya menjelaskan kedatangannya pada Lina namun Lina tetap tak mau menerima Santi. Akhirnya pulanglah Santi dengan sangat kecewa. Apakah Saudara pernah memiliki masalah seperti Santi? Apakah yang akan Saudara lakukan apabila kasih yang Saudara ulurkan ditolak? Marilah kita belajar dari bacaan Alkitab hari ini.

Pemahaman 

• Ayat 51- 52 : Mengapa YESUS dan rombongan akan melewati desa orang Samaria?
• Ayat 53 : Bagaimanakah tanggapan /sikap orang Samaria terhadap utusan yang mendahului
perjalanan YESUS?
• Ayat 54 : Bagaimanakah sikap para murid terhadap penolakan orang Samaria?
• Ayat 55-56 : Mengapa YESUS tidak setuju dengan usulan sikap para murid?

Dalam bacaan hari ini diceritakan tentang YESUS dan rombongan para murid melanjutkan perjalanan ke Yerusalem. Jalan langsung dan singkat dari Galilea ke Yerusalem adalah melewati Samaria. Akan tetapi kebanyakan orang Yahudi menghindari jalan itu sebab telah terjadi pertengkaran yang berabad-abad lamanya antara orang Yahudi dan Samaria (Yoh 4:9). Orang Samaria melakukan segala sesuatu untuk menghindari dan bahkan melukai setiap peziarah yang mencoba melewati daerah mereka. Bagi YESUS, mengambil jalan itu merupakan hal yang tidak biasa. Lebih tidak biasa lagi kalau mengharapkan dan meminta kesediaan mereka untuk menerima-Nya sebagai tamu mereka. Ketika Ia melakukan ini sebenarnya ia sedang mengulurkan tangan persahabatan kepada orang-orang yang adalah musuh bangsa-Nya. Dalam peristiwa ini yang ditolak bukan hanya keramahtamahan YESUS tapi juga penyerahan diriNya untuk menjadi sahabat mereka. Oleh karena itu tidak heran jika Yakobus dan Yohanes marah dan mengusulkan agar desa-desa Samaria dimusnahkan saja dengan api yang turun dari Sorga. Namun YESUS tidak mengijinkan perbuatan itu.

Ini adalah sikap YESUS yang luar biasa: kasih dan toleransi yang secara nyata diajarkan kepada para murid. YESUS mengajarkan bahwa toleransi kepada orang yang berbeda harus didasarkan kasih. Kita harus melihat orang itu dengan mata cinta bukan untuk kepentingan keselamatan dan keamanan kita.

Refleksi

Tariklah nafas secara mendalam, rasakanlah apakah ada rasa sakit di hati Saudara terhadap orang yang pernah menolak kasih, kebaikan dan kemurahan hati Saudara?

Tekadku

TUHAN, penuhilah hatiku dengan kasih-Mu agar aku dapat mengasihi setiap orang dengan tulus.

Tindakanku

Aku akan mendatangi atau menelpon orang yang pernah menolak kebaikanku dengan membawa kasih yang tulus.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*