suplemenGKI.com

 

Minggu,  2 Maret 2014

Matius 17: 5- 9

Pengantar

Ketika suara gelegar halilintar terdengar, seorang anak kecil tersungkur dalam ketakutan. Suara besar yang menggelegar seringkali menakutkan orang. Namun ketika berada dalam ketakutan seperti itu sesungguhnya orang menyadari “ bahwa ternyata saya kecil”. Dalam kehidupan perjalanan iman, pernahkah Saudara merasa kecil? Mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 5-6          : Mengapa para murid tersungkur dan sangat ketakutan?
  • Ayat 7-9          : Bagaimanakah tanggapan Tuhan Yesus terhadap sikap mereka?

Dalam peristiwa transfigurasi, suara sorgawi yang memuliakan KRISTUS sungguh menggetarkan hati para murid. Kehadiran kemuliaan ALLAH membuat Petrus , Yakobus dan Yohanes tersungkur dalam ketakutan. Tak seorang pun manusia yang mampu berhadapan dengan kuasa dan kemuliaan  Ilahi yang menggetarkan hati. Syukurlah TUHAN YESUS menyentuh dan menenangkan mereka.

Saat para murid tersungkur dalam takut, sesungguhnya mereka berada dalam kesadaran betapa agung dan perkasanya TUHAN. Tersungkur adalah ekspresi ketakutan. SuaraNya saja telah membuat mereka takut.  Bila demikian, masih adakah manusia yang dapat membanggakan kehebatan dirinya di hadapan TUHAN? Tampaknya peristiwa transfigurasi bukan hanya membawa suasana nikmat, indah dan bahagia tapi juga takut.

Memang seharusnya manusia memiliki rasa takut ketika berhadapan dengan kekuasaan dan kemuliaan TUHAN sebab bila tidak, maka manusia tidak akan menghormati TUHAN. Orang beriman yang tidak menghormati TUHAN akan menjalankan kehidupan peribadahan hanya sebagai formalitas atau bahkan justru untuk menutupi kelemahan dan dosanya di depan orang lain. Orang yang tidak memiliki rasa takut pada TUHAN, tidak akan mampu tersungkur di hadapanNya. Ia akan hidup dalam kesombongan, bermegah atas kehebatannya  dan sulit merendahkan hati serta bertobat. Ia akan sulit untuk hidup di jalan ketaatan pada kehendak TUHAN sebab ia hidup dengan dunianya sendiri.

Refleksi

Bercerminlah! Apakah Saudara merasa sebagai orang yang sangat hebat, pintar dan kuat? Mana yang lebih sering Saudara alami: bermegah atas keberhasilan prestasi Saudara ataukah sujud dalam pengharapan pada kuasa TUHAN?  Sekarang, ambillah posisi sujud kurang lebih 3 menit. Apa yang Saudara rasakan saat bersujud ? Apakah Saudara mengalami kesulitan bersujud? Bila sujud badan itu tidak mudah apalagi sujud  hati dan pikiran. Terus berjuanglah!

Tekadku

TUHAN, tolonglah agar aku terus menyadari bahwa kuasa dan kemuliaanMu melebihi apa pun. Tolonglah aku agar senantiasa mampu tersungkur di hadapanMu, mengandalkan kuasaMU.

Tindakanku

Mulai hari ini  aku akan terus menundukkan diri di hadapan TUHAN, Sang Maha kuasa dengan belajar mensyukuri kuasaNya dalam setiap keberhasilanku. Mulai hari ini aku akan belajar tersungkur  dalam kerendahan hati di hadapan kuasa TUHAN yang besar.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*