suplemenGKI.com

Jumat, 6 Januari 2012
Mazmur 72:10-14

Apakah Saudara mengetahui siapa Oscar Romero? Romero adalah seorang uskup dari San Salvador. Ia hidup ketika terjadi penindasan sistemik dari para penguasa terhadap wong cilik. Romero melihat kehidupan yang sungguh ironis: Gereja yang seharusnya menyebarkan cinta kasih Tuhan kepada orang-orang tertindas justru bungkam. Gereja tidak bertindak ketika melihat realitas penindasan sistemik terhadap mereka yang kita sebut sebagai wong cilik itu. Gereja sibuk dengan kegiatan persekutuan di dalam yang hanya memenuhi hasrat sebagian umat untuk memuaskan dahaga imannya.

Jika Saudara hidup di zaman Romero, apakah yang akan Saudara lakukan? Mari kita menelisik kebenaran Firman Tuhan yang akan menuntun kita.

Pendalaman Teks Alkitab

• Apa isi doa pengharapan pemazmur yang disampaikan kepada Allah untuk rajanya? (Maz. 72:10-11)
• Tindakan apakah yang harus dilakukan oleh sang raja seiring dengan doa pengharapan pemazmur? (Maz. 72:12-14)

Renungan

Mazmur yang kita baca hari ini masih termasuk ke dalam rangkaian mazmur yang berisi doa harapan untuk raja. Dalam Mazmur 72:12-14, pemazmur menyampaikan doa pengharapannya agar sang raja dihormati oleh raja-raja lainnya yang ada di penjuru bumi.

Pertanyaannya, mengapa raja tersebut dapat dihormati sedemikian rupa? Pemazmur menggunakan sebuah kata sambung “SEBAB” dalam ayat 12. Kata sambung “SEBAB” ini menunjukkan bahwa penghormatan yang diberikan oleh bangsa-bangsa lainnya di penjuru bumi berhubungan dengan apa yang dilakukan oleh raja tersebut.

Raja tersebut dihormati karena ia menyayangi dan melepaskan orang-orang yang tertindas. Bagi seorang raja yang adil, orang yang tertindas harus dibela. Kehidupan orang miskin sangatlah mahal di mata raja yang adil itu. Tentu saja, jika raja tersebut tidak menunjukkan keadilan dan keberpihakannya pada mereka yang tertindas, ia tidak akan dihormati oleh bangsa-bangsa lain.

Bagian pengantar renungan ini dibuka dengan kisah Oscar Romero. Nama Romero tidak akan dikenang oleh banyak orang bila ia tidak melakukan perbuatan yang inspiratif. Romero dikenang karena perjuangannya dalam menggugah gereja untuk bangkit dari tidurnya yang panjang. Ia mendorong agar gereja berani berjuang demi mereka yang tertindas walaupun mungkin resikonya orang-orang Kristen akan mengalami penderitaan.

Jika pemazmur hidup pada masa kini, ia akan bernyanyi bagi kita yang adalah raja-raja yang harus menyaksikan keadilan bagi yang terabaikan. Alangkah baiknya jika kita bisa membela yang terabaikan seperti yang dilakukan Romero. Jiwa dari pesan pemazmur dan Romero masih bisa terus kita pelihara agar tidak padam. Bagaimana caranya? Mungkin, saat ini kita melihat nasib pembantu rumah tangga dan cleaning service yang kesejahteraannya kurang diperhatikan. Jika Saudara tergerak, perlakukanlah mereka dengan terhormat. Jangan membentak-bentak mereka seperti binatang. Mereka adalah manusia yang sama derajatnya dengan Saudara.

Sebagai langkah konkret lainnya, GKI Residen Sudirman memiliki departemen dan komisi kespel. Ulurkanlah tangan Saudara untuk ikut menopang mereka yang tersisihkan melalui wadah tersebut!

“Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka.” (Amsal 31:9)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*