suplemenGKI.com

Jumat, 1 April 2011


Yohanes 9 : 1 – 7

YESUS adalah Terang dunia. Dalam Yohanes 8 : 12 YESUS berkata kepada orang banyak: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

Terang yang YESUS hadirkan di tengah-tengah dunia adalah tindakan kasih ilahi. YESUS memahami keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki manusia. Oleh karena itulah manusia perlu diterangi oleh Terang Hidup Sejati.

Dalam bacaan kita YESUS menganugerahkan terang kepada orang buta. Dengan terang dari TUHAN manusia melihat keadaan di sekitar dengan baik. Tidak hanya itu, dengan terang dari TUHAN manusia dimampukan menanggapi persoalan dengan sudut pandang yang bijaksana.

1. Apakah kebutaan seseorang disebabkan karena dosa-dosanya? Bagaimana pendapat YESUS mengenai kebutaan dalam bacaan kita?
2. Bagaimanakah ALLAH memancarkan terang di tengah-tengah dunia ini?
3. Apakah tanda manusia yang hatinya telah menerima terang Ilahi?

Renungan

Biasanya orang akan mengkaitkan kebutaan ataupun penyakit berat dengan dosa dirinya atau dosa orang tuanya. YESUS tidak setuju! YESUS dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada kaitan antara kebutaan yang dialami oleh orang tersebut dengan dosa. Jika buta dipahami sebagai akibat dosa maka tentunya hal itu akan menambah beban psikis bagi si buta dan keluarganya. YESUS memakai sudut pandang yang berbeda. YESUS ingin melepaskan beban yang ditanggung oleh si buta. IA pun memberikan kesembuhan bagi si buta.

Penyembuhan orang buta itu memberikan bukti bahwa pekerjaan-pekerjaan ALLAH dinyatakan lewat karya YESUS KRISTUS. TUHAN YESUS memberikan terang kepada mereka yang nasibnya malang. Cara yang IA pakai untuk menyembuhkan adalah cara sederhana. Hal ini menandakan ALLAH Yang Maha tinggi berkenan memberikan pertolongan kepada manusia yang hina.

Sesungguhnya bukan ludah dan tanah yang berperan utama dalam kesembuhan. Yang lebih menentukan kesembuhan si buta itu adalah hati yang diarahkan kepada TUHAN. Ia sunguh-sungguh taat kepada TUHAN. Sesuai dengan perintah TUHAN, si buta pergi ke kolam Siloam, membasuh diri dan sembuh.

Hati yang terarah pada TUHAN membuat si buta menjadi orang yang taat dan akhirnya mendapat berkat kesembuhan. Terang kasih TUHAN selalu dapat dirasakan oleh manusia yang selalu memandang TUHAN dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Apakah Saudara memiliki hati yang terarah kepada TUHAN dan taat kepada-Nya?

Tiap hari arahkan hati dan pikiran kepada TUHAN dan taatilah semua perintah-Nya. Arahkan hati kepada TUHAN agar dapat terus taat berada dalam kehendak dan rancangan TUHAN.


”Dalam hidup yang taat terbuka pintu berkat”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*