suplemenGKI.com
teguh dan tidak terombang-ambing mengenai sakramen baptis Kej. 1:1-5; Mzm. 29; Kis. 19:1-7; Mark. 1:4-11 Pada hari Minggu ini gereja-gereja Tuhan merayakan peristiwa baptisan Yesus di sungai Yordan. Melalui baptisan Yesus tersebut, Dia memperoleh predikat dan jabatan sebagai “Kristus”, atau “Messias” yaitu: “yang diurapi oleh Allah”.

Dengan demikian, baptisan Yesus secara khusus berfungsi pula sebagai peristiwa penahbisanNya sebagai Kristus. Itu sebabnya Injil-Injil kemudian menyapa Yesus dengan sang Kristus. Bahkan nama “Kristus” dalam surat-surat para rasul dipakai untuk nama diri dari Yesus. Dasar teologisnya adalah karena di hadapan publik, Allah telah menyatakan bahwa diri Yesus sebagai Messias yang dijanjikan dengan ucapan: “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan” (Mark. 1:11).  Dengan demikian, peristiwa baptisan Yesus di sungai Yordan yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis merupakan suatu peristiwa yang unik dan istimewa karena Allah telah memproklamirkan Yesus sebagai Messias untuk mewujudkan keselamatan yang dijanjikanNya. Dalam ke-Messias-an Yesus, Allah telah menunjukkan rahmat dan kasihNya yang merangkul setiap umat manusia sehingga mampu menembus batas-batas primordialisme, suku, budaya dan bangsa. Hal ini telah ditunjukkan Allah dengan berkenan memanggil dan mengundang orang-orang Majus dari Timur ke Betlehem. Kedatangan orang-orang Majus dalam peristiwa kelahiran Yesus mau menyatakan bahwa Allah telah berencana memanggil setiap umat, tanpa terkecuali termasuk bangsa-bangsa kafir untuk menyambut keselamatanNya yang telah dinyatakan di dalam Yesus Kristus. Kita diajak untuk memahami secara lebih mendalam bahwa kemuliaan dan kuasa Allah kini telah diproklamirkan di hadapan umat manusia. Yesus Kristus datang bukan hanya untuk umat Israel saja, tetapi untuk seluruh umat. Yesus Kristus adalah: “Anak yang dikasihi Allah dan hanya kepadaNya Allah berkenan”. Injil Yohanes mengungkapkan dengan kesaksian: “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yoh. 1:18). Ini berarti Yesus sebagai Anak Allah sekaligus berperan sebagai satu-satunya sang Penyata-diri-Allah.                           Karena Yesus Kristus adalah Anak Allah yang ditentukan menjadi satu-satunya sang Penyata-diri-Allah, maka dalam namaNya tersedia keselamatan dan hidup  kekal. Tanpa melalui Dia yang adalah Anak Allah yang dikasihi, maka tak mungkin kita dapat menjadi “anak-anak yang dikasihi Allah”. Kita tidak dapat mengambil atau merebut rahmat Allah dengan kesalehan atau amal-ibadah kita. Sebaliknya kita hanya dipanggil untuk menyambut dan menerima rahmat Allah yang tersedia dalam nama dan kehidupan Yesus Kristus. Itulah sebabnya kita dipanggil untuk dibaptis dalam namaNya. Agar dengan meterai nama “Yesus Kristus” yang  kita sambut karena iman kepadaNya, kita dijadikan sebagai “anak-anak Allah”. Sebab dalam nama Yesus Kristus telah terangkum secara utuh seluruh ke-diri-an Allah.                                ( Dj)                                                                                                Diambil dari www.yohanesbm.com

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*