suplemenGKI.com

Kamis, 31 Januari 2013
I Korintus 13:1-3

Pengantar
Pernahkah saudara mengerjakan sesuatu dengan susah payah tetapi berakhir sia-sia? Kesia-siaan itu seumpama seseorang yang terus menimba air ke dalam tangki yang berlubang. Tangki itu tidak akan pernah penuh dengan air sekuat apapun usahanya jika orang itu tidak menyadari lubang pada tangkinya. Pernahkah Saudara mengalami hal yang serupa dalam hidup ini? Mari kita merenungkannya.

Pemahaman
• Apakah kemampuan-kemampuan atau karunia-karunia kebanggaan orang Kristen Korintus yang diungkapkan dalam ayat 1-3?
• Menurut Saudara mengapa orang Kristen memiliki kemampuan dan karunia yang baik namun akan sia-sia tanpa kasih?

Paulus memperingatkan jemaat Korintus karena kesombongan mereka untuk setiap karunia yang mereka miliki. Mereka memang melayani TUHAN dengan karunianya tetapi mereka malah menjadikannya sebagai ajang berkompetisi. Pelayanan mereka kepada TUHAN menjadi tidak benar. Tak heran jika motivasi melayani TUHAN dengan tulus justru menjadi luntur karena keinginan untuk mempertontonkan karunia diri. Paulus dengan tegas mengatakan bahwa usaha itu adalah kesia-siaan karena mereka tidak melayani TUHAN dengan kasih. Mereka hanya mencari nama dan pengakuan untuk karunia-karunia mereka. Mereka tidak mendasari semuanya dengan kasih. Mereka hanya memuaskan diri mereka sendiri dan menambah kisruh ketentraman di tengah jemaat. Paulus melihat ini sebagai tanda-tanda kehidupan jemaat yang tidak sehat

Seberapa banyak orang-orang Kristen yang sering melakukan tindakan sia-sia sebagaimana yang dilakukan oleh jemaat di Korintus? Ada orang-orang yang memiliki karunia yang baik tetapi karunia itu justru dipakai untuk mencari popularitas atau pengakuan. Ada orang yang aktif melayani tapi untuk aktualisasi diri, penyaluran hobby atau pun kebanggaan diri. Ada orang-orang yang hanya mau mengerjakan pelayanan menurut kehendak dan kepentingan pribadi. Ada orang-orang yang hanya mengerjakan pelayanan yang mudah dan tidak menguras energi terlalu banyak.

Bagaimanakah kehidupan Saudara? Apakah Saudara menjiwai seluruh karya hidup dan pelayanan Saudara dengan hati yang penuh kasih ? Sehebat apa pun karya Saudara bila tanpa kasih akan sia-sia. Setiap kemampuan dan karunia diberikan ALLAH untuk membangun kehidupan bersama gereja TUHAN. Mereka yang memiliki karunia sudah sewajibnya mempersembahkannya dalam pelayanan kepada TUHAN melalui gereja. Tetapi, persembahan karunia itu harus berdasar kepada kasih, bukan kepentingan diri. Pelayanan yang dituntun dengan kasih tidak mencari kepentingan diri melainkan kepentingan bersama. Selain itu, pelayanan yang dilakukan dengan kasih selalu melibatkan hati. Mereka yang melayani dengan hati tidak mencari kepuasan diri atau menghakimi orang lain yang tidak sejalan dengannya. Mereka tidak akan memaksakan kehendaknya di tengah jemaat.

Refleksi
Mari menutup mata sejenak dan bertanya dalam diri: Apa yang saya cari ketika melayani TUHAN? Selama ini apa yang menjiwai pelayanan yang saya lakukan: aktualisasi diri, penyaluran hobby, kebanggaan diri ataukah hati yang penuh kasih?

Tekadku
TUHAN, tolonglah aku untuk melakukan segala karya kehidupan dan pelayanan bukan untuk kebanggaan diri tapi dengan hati penuh kasih.

Tindakanku 
• Mulai hari ini aku akan mengubah orientasi hidupku dari kebanggaan akan prestasi dan karunia; obsesi kesuksesan karya hidup dan pelayanan menjadi melakukan segala sesuatu dengan kasih.
• Aku melandasi karya hidup dan pelayananku bukan sekedar berorientasi hasil tapi memperhatikan proses agar kasih selalu menjiwainya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*