suplemenGKI.com

Yohanes 4 : 5-26 ; 39-42

Pernahkah saudara mengalami rasa haus yang amat sangat ? Saya mempunyai pengalaman tentang hal itu. Ketika itu saya masih kuliah di tingkat IV, sekitar tahun 1992. Kami bersama teman-teman mengadakan perjalanan dari Malang ke Gunung Bromo. Dari Malang kami berangkat pukul 7 pagi diikuti oleh 10. orang. Singkat cerita saya dengan 2. orang teman tersesat ke lereng Gunung Semeru dan harus bermalam di sana. Pada hari berikutnya pukul 6.pagi kami segera melanjutkan perjalanan ke Bromo, dan tanpa disadari bahwa bekal air minum kami habis, namun kami tetap meneruskan perjalanan. Pukul 9. pagi kami sudah sampai di lautan pasir di ujung tenggara Gunung Bromo. Rasa haus mulai terasa, makin siang berjalan di lautan pasir di bawah terik matahari rasa haus yang amat sangat sudah tidak tertahankan lagi, bahkan rasanya berat untuk melangkah dengan suhu 50 derajat selsius.
Walaupun demikian kami harus tetap berjalan walaupun tertatih-tatih dengan menahan rasa haus yang tidak terkatakan. Akhirnya kami sampai di tempat perkampungan, segera kami memborong 10.botol Aqua 2.literan kami minum sepuah-puasnya. Ada perasaan haru, lega dan bahagia.
Saudara, jika kita mengalami kehausan yang amat sangat secara jasmani, maka rasa dahaga tersebut bisa hilang dengan minum air bersih hingga puas, namun jika yang mengalami kehausan adalah hati kita atau jiwa kita, dengan apakah kita dapat mengalami kepuasan ? Bacaan kita di Yohanes 4 : 5-26; 39-42 menceritakan tentang seorang perempuan Samaria yang mengalami kekeringan rohani atau jiwanya haus yang disebabkan oleh dosa-dosanya. Dan dalam percakapannya dengan Tuhan Yesus, ia mendapatkan tawaran air hidup dari Tuhan Yesus (ay 10,13,14). Sudah barang tentu kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh perempuan Samaria tersebut, agar Tuhan Yesus memberikan air hidup yang ia butuhkan (ay 15).
Dengan sukacita perempuan tersebut mengetahui bahwa Yesus adalah Sumber Air Hidup. Ia percaya kepada Tuhan Yesus yang dapat memberi kehidupan kekal dan dapat menyegarkan kekeringan rohaninya, ia pulang dengan sukacita dan memberitakan kabar sukacita tersebut setelah percaya kepada Tuhan Yesus. Apakah saudara mengalami kekeringan rohani ? Datanglah kepada Tuhan Yesus. Amin.
-Ng-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*