suplemenGKI.com

Dalam Lukas 9:23, Tuhan Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku”. Menyangkal diri berarti mengalahkan kepentingan dan keinginan sendiri. Menjadi murid Kristus memang bukan berarti mendapat manfaat supaya keinginan-keinginan kita terkabul, melainkan sebaliknya yaitu belajar menempatkan keinginan kita di bawah keinginan dan maksud Tuhan.
Hal ini juga dengan sangat nyata dipraktekkan sendiri oleh Tuhan Yesus ketika Dia mengalami pencobaan di padang gurun. Setelah berpuasa empat puluh hari empat puluh malam, dalam keadaan lapar, dahaga dan lemah sebagai manusia, Tuhan tetap konsisten menempatkan dirinya di bawah kehendak BapaNya. Kalau menuruti keinginan dan hawa nafsu diri sendiri, batu akan diubahNya menjadi roti, Dia akan menjatuhkan diriNya dari bubungan bait suci kalau hanya untuk memamerkan bahwa malaikat-malaikat akan datang menatangNya. Dan demi meraih semua kejayaan duniawi untuk diriNya sendiri, Dia akan sujud menyembah kepada si iblis. Itu semua tidak dilakukanNya. Keinginan dan kepentingan diriNya diabaikanNya dan Dia menempatkan diriNya di bawah kehendak dan kedaulatan Bapa.
Menanggalkan keegoisan kita atau kepentingan diri sendiri memang bukan sesuatu yang mudah. Setiap saat kita akan diperhadapkan dengan situasi dan kondisi di mana kita harus memilih; kepentingan diri sendiri atau kepentingan dan kehendak Tuhan. Untuk itu kita harus terus belajar dan bergaul dengan firman Tuhan supaya kita tahu kehendak Tuhan itu seperti apa. Mempelajari Alkitab, merenungkan dan mengingat ayat-ayat yang telah kita baca akan membantu kita memilih yang terbaik yakni kehendak Allah. Dan yang terpenting, dalam rangka terus belajar menanggalkan keegoisan kita, diperlukan kesadaran akan kehadiran Allah di dalam hidup kita. Kita menjadi sadar bahwa Allah memperhatikan kita sehingga sangat menyakitkan bagiNya ketika kita mengabaikan kehendakNya dan memilih untuk mementingkan diri kita sendiri. Kesadaran akan kehadiran Allah juga menguatkan kita ketika pilihan kita untuk menyenangkan hati Tuhan seringkali menyebabkan kita menerima konsekuensi yang berat.
Belajar menanggalkan keegoisan kita juga bukan suatu perkara mudah, karena seringkali kita juga akan gagal melaksanakannya. Namun jangan berhenti belajar, teruslah maju. Ketika ada kegagalan akui itu di hadapan Tuhan dan mohon Tuhan sendiri yang menguatkan kita untuk menjalankan penggilanNya. Selamat belajar menanggalkan keegoisan !
— PBS —

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*