suplemenGKI.com

Rabu, 10 Juni 2009”Tanda/Mujizat Terdahsyat”

(Matius 12:33-45)

  

Peristiwa yang menjadi latar belakang bacaan kita hari ini adalah Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang menderita buta dan bisu karena kerasukan setan (ay. 22). Namun orang Farisi malah menuduh Yesus menggunakan kuasa Beelzebul, penghulu setan (ay. 24). Pernyataan orang Farisi itu bukanlah sekadar keceplosan atau salah omong, tapi memang itulah jati diri mereka. Dengan kata lain, di sinilah belang orang Farisi itu kelihatan.Menanggapi pernyataan orang Farisi itu, Tuhan Yesus menjelaskan dengan dua perumpamaan. Yang pertama tentang perampok yang merampas harta benda orang kuat (ay. 29-32), dan kedua tentang pohon dan buah (ay. 33-37).

  • Ayat 33-35      :  Mengapa Tuhan Yesus mengatakan ”bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat?” Apakah menurut Saudara orang jahat tidak dapat mengucapkan hal-hal yang baik?
  • Ayat 38-42      : Mengapa orang Farisi meminta tanda? Dan mengapa pula tanda yang dapat diberikan oleh Tuhan Yesus kepada mereka adalah ”tanda nabi Yunus”?
  • Ayat 39            : Mengapa Tuhan Yesus menyebut orang Farisi itu sebagai angkatan yang jahat dan tidak setia?

Renungan:Apa yang dikatakan TUHAN YESUS di ayat 33 tidak terlepas dari ayat 25. Pada saat itu orang-orang Farisi mengeluarkan perkataan yang jahat (ayat 24). Tuhan YESUS sempat menyinggung bahwa tidaklah aneh jika orang-orang Farisi itu berkata-kata jahat karena hati mereka memang dipenuhi oleh kedengkian dan permusuhan. Kendati mereka terus menerus menutupi kebusukan hati mereka dengan berbuat seolah-olah mereka adalah orang benar tapi toh ketidakbenaranlah yang lebih terpancar keluar. Bisa saja seorang yang jahat berkata-kata tentang hal baik, namun seiring berjalannya waktu maka kebusukan dan keburukan pasti akan mencuat untuk menyatakan siapa orang itu yang sesungguhnya. Kepada pendengarNya, YESUS mengajarkan pentingnya memelihara dan menyimpan hal-hal baik di dalam hati agar ketika dalam setiap interaksi sosial, biarlah hanya kebaikan yang mendominasi tiap perilaku.Meskipun sudah mendapatkan teguran yang tajam, orang-orang Farisi itu masih tidak bisa menangkap hal terpenting yang sedang dikomunikasikan YESUS. Mereka terus saja meminta tanda. Permintaan mereka ini sama sekali bukanlah sebuah indikasi bahwa mereka sedang haus akan hal-hal rohani. Sebaliknya, hati dan kerohanian mereka benar-benar picik karena mereka tidak mengenal dan mempercayai YESUS sebagai TUHAN, walau mereka memanggilNya dengan sebutan ”Guru”. Sungguh memilukan melihat kedegilan hati orang-orang Farisi sehingga YESUS menyatakan bahwa kepada mereka hanya akan diberikan tanda Yunus, yaitu kebangkitan Kristus dari antara orang mati yang akan menjadi bukti agung bahwa Kristus adalah Mesias. Tapi jika tanda itupun tidak juga meyakinkan mereka, maka pantaslah jika TUHAN YESUS menyebut mereka sebagai ”angkatan yang jahat dan tidaksetia”.

Jika kita masih terus menerus menuntut tanda/mujizat selain tanda terbesar yang pernah dilakukan YESUS di atas kayu Salib dan kuasa kebangkitanNya, maka celakalah kita karena berarti kitapun tergolong ”angkatan yang jahat dan tidak setia”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*