suplemenGKI.com

Senin, 11 Mei 2015

Kisah Para Rasul 1:15-20

Pengantar

Ada peribahasa yang mengatakan: “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”.  Apa yang kita lakukan selalu menjadi bagian sejarah yang dikenang orang lain. Kelak ketika kita meninggalkan dunia ini, kenangan baik ataukah buruk yang akan kita tinggalkan? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 15-16    : Mengapa Petrus menghubungkan kematian Yudas dengan nubuatan kitab suci?
  • Ayat 17          : Apakah kenangan yang dikisahkan Petrus tentang Yudas?
  • Ayat 19-20    : Bagaimanakah  nasib akhir Yudas?

Petrus muncul sebagai pemimpin dari himpunan orang percaya pada waktu itu. Petrus mengingatkan mereka bahwa pengkhianatan Yudas terhadap YESUS telah dinubuatkan dalam kitab suci. Kematian Yudas sungguh tragis. Ia jatuh tertelungkup di tanah hasil kejahatannya, perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah keluar. Ini menjadi kenangan yang tak terlupakan. Cerita Kisah Para Rasul mengenai kematian Yudas berbeda dengan cerita Matius 27:3-10. Yudas tidak mati karena menggantungkan diri seperti Ahitofel (2 Samuel 17:23), tetapi dengan jatuh tertelungkup dan tertumpah isi perutnya, seperti sering diceritakan tentang orang jahat dalam hikayat-hikayat rakyat. Darah yang memberi nama kepada Hakal-Dama tidak lagi darah YESUS, tetapi darah Yudas. Melalui perbedaan-perbedaan tradisi-tradisi populer itu orang dapat sampai kepada kenyataan bahwa Yudas mengalami kematian mendadak dan mengerikan. Peristiwa itu kemudian dikaitkan pada sebidang tanah di Yerusalem yang dianggap tanah terkutuk dan disebut Hakal-Dama.

Pengkhianatan dan kejahatan selalu menjadi hal buruk yang dikenang di sepanjang sejarah.  Penyesalan selalu datang kemudian bahkan tak sedikit orang yang mengekspresikan penyesalan justru dalam keputusasaan. Tentu Yudas sama sekali tak membayangkan bahwa pengkhianatannya pada Sang Guru akan berbuahkan nasib tragis bagi dirinya sendiri. Dia pasti juga tak pernah membayangkan bahwa ada kenangan buruk tentang kehidupannya di sepanjang sejarah.  Apakah Saudara mau mengalami nasib seperti Yudas?

Refleksi:

Ambillah waktu hening sejenak. Dalam keheningan, ingat dan kenanglah kembali perjalanan hidup Saudara! Dari semua hal yang Saudara lakukan adakah hal buruk dan menyakitkan yang bisa dikenang orang lain? Bila ada, bertelutlah di hadapan hadirat TUHAN dan mohonlah pengampunan. Mintalah ROH KUDUS mengubahkan hidup Saudara dan memampukan Saudara melanjutkan kehidupan dengan hal-hal baik yang bisa dikenang orang lain.

Tekadku

TUHAN, mampukanlah aku meninggalkan tapak kehidupan yang menjadi berkat dan kenangan baik bagi sejarah kehidupan ini.

Tindakanku.

Aku akan selalu mengevaluasi diri dengan bertanya pada orang-orang di sekitarku, apakah yang mereka ingat tentang diriku: hal yang baik ataukah yang buruk? Aku akan selalu berjuang memperbaiki diri agar dapat menuliskan sejarah kebaikan yang memuliakan TUHAN  dan selalu dikenang baik oleh orang lain

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«