suplemenGKI.com

Yohanes 2:1-11

Epifani adalah perayaan gerejawi yang menyatakan tindakan perwujudnyataan Allah dalam kehidupan manusia. Allah yang semula transenden, tak tersentuh manusia menjadi nyata hadir di tengah kehidupan manusia. Peristiwa epifani berhubungan erat dengan teologi inkarnasi Kristus, sang Firman yang menjadi manusia. Melalui inkarnasi Kristus, Allah berkenan hadir di tengah-tengah kehidupan umat manusia. Pada saat sang Firman berinkarnasi menjadi manusia, maka sang Firman memasuki realitas krisis, yaitu persoalan dan pergumulan hidup manusia.

Dalam bacaan Yohanes 2:1-11 kita melihat bagaimana ALLAH di dalam KRISTUS secara nyata hadir berkarya di tengah krisis yang sedang terjadi dalam perjamuan di Kana. Di situ, DIA bukan sekedar hadir, tapi DIA mendengarkan pergumulan dan kebingungan yang ada di saat tuan rumah kekurangan anggur. DIA mendengar suara Maria, ibu-Nya yang menyampaikan krisis yang sedang terjadi. DIA sungguh-sungguh terbuka mendengar. Sekalipun belum saatnya DIA berkarya atau memperkenalkan diri dan karya-Nya di tengah masyarakat Yahudi, namun DIA terbuka untuk mendengar dan merespon apa yang Ia dengar dengan karya yang konkret. YESUS tidak tinggal diam. Secara luar biasa DIA menjawab krisis yang sedang terjadi sehingga terwujud karya indah yang mengagumkan. Ia mengubah 6 tempayan air menjadi anggur yang baik. Lewat karya itu IA menyatakan kemuliaan ALLAH. Karya-Nya mengalirkan berkat yang dirasakan oleh banyak orang.

Dalam kehidupan sehari-hari, apakah kita juga mau hadir dan mendengar kebutuhan, kesulitan dan krisis yang ada di sekitar kita? Sebagai gereja, apakah kita  juga sudah hadir dan mendengar kebutuhan dan krisis yang sedang terjadi di tengah  persekutuan jemaat dan masyarakat? Ataukah perencanaan-perencanaan program dan karya gereja hanya sebatas rutinitas? Dalam penyusunan perencanaan program dan karya  gereja, mari hadir dan mendengar kebutuhan dan masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh jemaat dan masyarakat. Gereja ada sebagai perwujudan kehadiran ALLAH yang selalu mendengar krisis yang sedang terjadi. Mari hadir dan mendengar agar dapat menjawab setiap krisis di sekitar kita dengan karya yang tepat. Mari menjadi alat TUHAN yang sedang mengalirkan berkat bagi banyak orang.

(sAp)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*