suplemenGKI.com

Bacaan Lukas 17:11-19

Berterima kasih untuk segala pemberian yang telah dilakukan oleh orang lain kepada kita adalah hal yang wajar, bahkan sejak kita kecil orang tua selalu mengajarkan untuk berterima kasih atas pemberian orang lain. Orang tua mengajarkan kepada kita bukan hanya ucapan terima kasih saja namun juga sikap kita sewaktu menyatakan terima kasih, baik cara berjabatan tangannya maupun cara pandang yang benar.
Pada bacaan di atas, terdapat 10 orang kusta yang menemui Yesus memohon belas kasihan untuk dapat disembuhkan dari sakit kustanya. Yesus memerintahkan mereka untuk pergi kepada imam, dalam kitab Imamat 14, imam yang menentukan serta menyatakan apakah orang tersebut sudah tahir/sembuh atau belum tahir. Dalam perjalanan menuju ke imam mereka mengalami kesembuhan,dan hanya satu orang dari mereka yang kembali kepada Yesus, sambil memuliakan  Allah. Setelah bertemu dengan Yesus, orang tersebut tersungkur dan menyembah Yesus serta mengucapkan syukur untuk kesembuhan yang sudah dialaminya. Hanya ada satu orang kusta yang mengucapkan terima kasih untuk kesembuhan yang dialaminya dan orang tersebut adalah orang Samaria. Sedangkan orang kusta Yahudi yang telah sembuh tidak datang untuk mengucapkan terima kasih kepada Yesus.
Yesus mengatakan kepada orang kusta Samaria bahwa imanmu telah menyelamatkan engkau, Yesus menghubungkan ucapan syukur itu dengan iman seseorang. Walaupun 9 orang kusta adalah orang Yahudi asli yang tahu akan taurat Tuhan, namun karena mereka tidak dapat mengkaitkan kesembuhannya dengan karya Tuhan dalam hidupnya maka mereka tidak dapat mensyukuri untuk berkat yang sudah diterimanya.
Yesus mengajarkan bahwa berterima kasih untuk karya Tuhan di dalam hidup kita ini sangat penting, karena dengan berbuat demikian kita juga memuliakan Allah. Yesus mengajarkan bahwa berterima kasih bukan sesuatu yang dipaksakan, tetapi keluar dari dalam hati yang bersyukur.
Bagaimana perjalanan hidup kita selama ini, apakah kita banyak mengucap syukur untuk karya Tuhan yang terjadi di dalam hidup kita atau kita merasa tidak puas dengan kehidupan kita ini, sehingga kita sering bersungut-sungut kepada Tuhan. Mari kita ambil langkah iman untuk senantiasa bersyukur kepadaNya untuk kehidupan ini yang dianugerahkan kepada kita. Selamat bersyukur.                                         ( Dj )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«