suplemenGKI.com

Jumat, 24 Desember 2010

Matius 2 : 13-15

Bacaan hari ini merupakan bagian kisah kelahiran Tuhan Yesus yang sangat tidak menyenangkan karena diwarnai dengan berbagai kesulitan hidup. Namun melalui kisah ini, ada hal menarik yang dapat kita pahami dan hayati sebagai karya Allah di dalam hidup kita.
Ayat 13 : Mengapa Allah memerintahkan malaikat-Nya untuk menjumpai Yusuf di
dalam mimpi?
Ayat 14-15 : Bagaimana respon Yusuf terhadap mimpi yang dialaminya ?

Renungan

Setelah orang-orang Majus datang dan mencari Raja yang baru lahir, raja Herodes menjadi resah. Ia takut jika kelak ‘Anak’ itu menjadi besar pasti akan merepotkannya. Herodes takut jika kekuasaannya akan direbut oleh sebab itu Herodes merencanakan untuk membunuh ‘Anak’ itu, yaitu bayi Yesus yang baru saja dilahirkan.
Allah Sang maha tahu mengetahui setiap hati manusia. Dia tahu semua yang dipikirkan dan direncanakan manusia. Allah melihat bahwa apa yang akan dilakukan raja Herodes dapat menggagalkan rencana-Nya. Oleh sebab itu Allah mengirimkan malaikat-Nya untuk datang dalam mimpi Yusuf dan memberitahukan bahwa Yusuf harus segera pergi membawa bayi Yesus dan ibunya ke Mesir. Dan mereka harus tinggal di Mesir sampai Allah memberitahu kapan mereka dapat meninggalkan Mesir.
Kepergian Yusuf bersama dengan keluarganya ke Mesir semata-mata bukan karena keegoisan Allah supaya rencana-Nya dapat terlaksana atau menyelamatkan Yusuf dan keluarganya. Sesungguhnya di balik perintah Allah tersebut ada rencana besar dan indah yang telah disediakan Allah bagi semua umat manusia, yaitu keselamatan bagi seluruh manusia. Inilah bentuk kasih yang diungkapkan oleh Allah kepada umat-Nya; kasih Allah yang tidak terbatas; kasih Allah yang begitu dalam dan begitu luas. Inilah kasih Allah yang bertujuan untuk menyelamatkan manusia sekalipun di dalam prosesnya ada kesulitan dan kesusahan.
Yang menarik dari kisah ini adalah respon Yusuf terhadap perintah tersebut. Tanpa banyak bertanya dan tanpa berpikir panjang Yusuf segera berangkat ke Mesir. Mereka berjalan dari Betlehem ke Mesir kurang lebih 1 minggu. Tentunya ini bukan perjalanan yang mudah, terlebih lagi pada saat itu, Yesus masih bayi. Tetapi Yusuf melakukan apa yang diperintahkan Allah. Hal ini diperbuat Yusuf, karena dia adalah orang yang taat, dan ia yakin bahwa segala yang diperintahkan Allah untuk dilakukannya akan mendatangkan kebaikan.
Dalam ketaatan-Nya Yusuf dipakai TUHAN untuk mengamankan Sang Bayi YESUS. Ini berarti bahwa ketaatan Yusuf telah membawa berkat bagi kita sebab Sang Bayi YESUS aman dari tangan jahat Herodes. Yusuf dalam ketaatannya dilibatkan TUHAN dalam mewujudkan kasih-Nya yang besar. Berkat ketaatan Yusuf, Herodes tak bisa membunuh bayi YESUS dan ini berarti tak bisa merusak karya keselamatan yang telah dirancangkan ALLAH bagi semua orang.
Dalam kehidupan ini, seberapa sering Saudara mendengarkan Firman Allah? Seberapa sering pula Saudara melupakannya dan tidak melakukannya? Mari belajar untuk taat agar kehidupan kita menjadi berkat.

”Kerjakanlah apa yang telah difirmankan Tuhan, sebab itu mendatangkan kebaikan”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*