suplemenGKI.com

Kamis, 3 Oktober 2013

II Timotius 1:1-8 

Pengantar
Apakah Saudara senang bila mendapatkan warisan? Warisan apakah yang paling berharga untuk melanjutkan perjuangan hidup? Bacaan hari ini mengingatkan kita tentang betapa berharganya warisan iman. Orang yang memiliki warisan iman akan memiliki daya juang yang sungguh berguna dalam perjalanan iman. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman
• Ayat 1-4 : Bagaimanakah hubungan Rasul Paulus dengan Timotius?
• Ayat 5 : Warisan apakah yang diterima oleh Timotius dari Ibu dan neneknya yang juga  disyukuri oleh Rasul Paulus?
• Ayat 6-8 : Apakah dampak dari warisan itu dalam kehidupan Timotius?

Tujuan Paulus menulis surat ini adalah memberi semangat dan menguatkan Timotius untuk melaksanakan tugasnya di Efesus. Timotius masih muda pada saat mengemban tugas melawan pengajar-pengajar yang menyesatkan jemaat. Untuk itu Paulus mengingatkan Timotius akan beberapa hal, yaitu:
• Paulus yakin bahwa Timotius mampu menjalankan tugasnya sebab kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera ALLAH BAPA dan KRISTUS YESUS, TUHAN menyertainya.
• Timotius telah mendapatkan warisan iman yang perlu disyukuri. Iman yang hidup dalam diri Eunike, ibunya dan Lois, neneknya telah diwariskan kepada Timotius. Perlu diingat bahwa orang beriman sanggup menghadapi kesulitan seberat apa pun.
• Iman juga menguatkan dan memotivasi Timotius untuk mempersaksikan TUHAN dengan berani.

Dalam ayat 6 Rasul Paulus menjelaskan bahwa warisan iman yang diterima Timotius seharusnya membuat Timotius semakin berkobar-kobar dalam melayani dan terus merasa diberi kekuatan untuk menghadapi kesulitan apa pun. Dalam diri orang beriman ada kekuatan untuk menyelesaikan masalah, kekuatan untuk menanggung beban berat, kekuatan untuk tetap tegak berdiri menghadapi situasi yang menakutkan, kekuatan untuk mempertahankan iman ketika menghadapi kesedihan yang mendalam dan kekecewaan yang menyakitkan. Warisan iman yang hidup dalam diri orang beriman memampukan mereka melewati titik yang menghancurkan tanpa menjadi hancur.

Refleksi

• Pernahkah Saudara mensyukuri warisan iman yang Saudara terima?
• Apakah Saudara telah mewariskan iman pada generasi penerus?

Tekadku 

TUHAN, bantulah aku untuk membuktikan bahwa aku memiliki warisan iman yang hidup dengan berani dan bersemangat menghadapi berbagai rintangan dan kesulitan dalam pelayanan

Tindakanku

Mulai hari ini aku akan selalu mensyukuri warisan iman yang telah kuterima sehingga aku selalu bersemangat dan berkobar-kobar dalam melayani TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*