suplemenGKI.com

Lukas 21:5-19

Dante’s Peak, Film sutradara Stephen Spilberg, dikisahkan tentang seorang ahli vulkanologi bernama Harry Dalton (Pierce Brosnan) dan timnya dari USGS (United States Geology Survey) dikirim ke sebuah kota kecil. Mereka hendak memeriksa kegiatan geologi yang tidak wajar di lokasi tempat kota kecil itu yang bernama Dante’s Peak. Kegiatan geologi tidak wajar itu berasal dari gunung di dekat kota tersebut. Khawatir gunung berapi itu meletus dan teringat pada kematian kekasihnya oleh gunung berapi, maka Harry meminta walikota Dante’s Peak, Rachel Wando (Linda Hamilton) mengevakuasi penduduk kota. Sayangnya walau Rachel percaya namun para penduduk sama sekali tidak ingin meninggalkan kota itu. Celakanya bos Harry, Paul Dreyfus (Charles Hallahan) datang dan menuntut bukti-bukti Harry. Tidak hanya itu, Dreyfus juga meminta penduduk tidak menghiraukan peringatan Harry. Dapat diduga ketika gunung itu benar-benar meletus, banyak korban berjatuhan. Akhir kisah, atas rasa solidaritas umat manusia, Harry, Rachel dan kedua putrinya selamat dari bencana.

Film mengenai meletusnya gunung tersebut menolong saya untuk berimajinasi, bagaimana kejadian di sekitar lereng Merapi sana. Barangkali kurang lebih sama saja! Ada peringatan, diabaikan. Atau meski banyak orang sudah serius dengan peringatan-peringatan tersebut tapi ya, tetap saja yang namanya bencana, tidak terelakan, menelan banyak korban. Film-film lain serupa dengan ini, persoalan bencana, antara lain: Deep Impact (meteor sebesar gunung yang jatuh ke permukaan bumi), Volcano (gunung berapi yang muncul di tengah kota), The Day After Tomorrow (Fenomena yang menakutkan). Sekurang-kurangnya tiga macam tema yang hadir dalam film-film tersebut sesungguhnya serupa: “perihal peringatan.”Peringatan itu dikeluarkan tujuannya supaya sebanyak mungkin orang selamat dari bencana. Kedua, bahwa bumi tempat kita berpijak punya aktivitas. Bisa jadi itu bencana bagi penghuni bumi. Ketiga, bumi ini semakin rusak saja. Dampak kerusakannya bisa jadi musibah besar yang tidak terbayangkan.

Tema-tema tersebut seakan mewakili keberadaan zaman di muka bumi ini. Zaman ini mengalir terus menuju akhir. Penghuni bumi, tidak bisa tidak, menanti sampai kepada akhir. Ada ketakutan umat manusia mengenai akhir zaman. Oleh karena itu topik ini dipertanyakan terus. Yesus menurut Lukas 21 mengajarkan mengenai jangan tertipu pada hal yang disebarluaskan mengenai Akhir zaman. Selanjutnya Yesus, mulai ayat 10 dan seterusnya menggambarkan hal yang menakutkan yang bukan hanya “tanda langit”, seperti bencana-bencana alam, tetapi juga relasi manusia yang satu dengan yang lain. Digambarkan makin rusak yang tidak ada lagi kerukunan.  Apa harus dibuat manusia? Mulai ayat 18 Yesus berpesan, “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu”. Bertahan berarti memiliki hidup dalam semangat, bagaimanapun kondisinya. Bertahan berarti peka dengan situasi dan bertindak rasional. Bertahan berarti tidak memudarkan cinta kasih, demi solidaritas umat manusia.

P.H.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»