suplemenGKI.com

PILIH HAK KEBAIKAN, ATAU PILIH DI PIHAK TUHAN

Yeremia 15 : 15 – 21

 

Pengantar
Ketika seseorang berbuat sesuatu hal yang baik, maka ia berharap mendapatkan hal yang baik pula. Itu adalah harapan yang wajar dan dapat terjadi pada setiap orang. Jadi ketika yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa ia mendapatkan ‘balasan’ yang berbeda, artinya ia telah berbuat baik namun ‘dibalas’ dengan yang buruk maka ini tentu sangat mengecewakan, bahkan jika membuat hidupnya terancam. Lalu bagaimana jika itu terjadi dalam hubungan kita dengan TUHAN. Kita merasa telah berbuat sesuatu yang baik dan benar, bahkan menyampaikan kebenaran TUHAN, tapi justru dimusuhi sesama bahkan hidup  dalam ancaman. Apakah kita juga menjadi  kecewa dan mempertanyakan keberpihakkan TUHAN?

Mari kita memperhatikan apa yang dinyatakan dalam Yeremia 15 : 15 – 21, untuk dipelajari guna mendapatkan pesan TUHAN yang terkandung di dalamnya.

Pemahaman
Ayat  15 – 18       :  Apa yang menjadi pergumulan (keluh-kesah) dari nabi Yeremia?
Ayat  18 – 21       :  Apa jawaban TUHAN terhadap pergumulan nabi Yeremia?

Sebagai nabi, Yeremia tidak luput dari pergumulan, bahkan boleh dikatakan sebagai adanya keluh-kesah Yeremia kepada ALLAH. Situasi yang dihadapi Yeremia adalah bahwa bangsa Yehuda berlaku tidak setia kepada TUHAN dan Yeremia tidak disukai oleh mereka karena menyampaikan kebenaran TUHAN. Yeremia hidup dalam kesendirian dan ancaman. Atas kenyataan inilah Yeremia berkeluh-kesah kepada TUHAN dan merasa dicurangi. Yeremia memohon dan berharap agar TUHAN dapat melakukan sesuatu terhadap mereka yang membuat dirinya menderita.

TUHAN menanggapi keluhan Yeremia. TUHAN menjawab bahwa Yeremia sendiri perlu bertobat (kembali kepada TUHAN) dan memperhatikan dengan benar segala perkataannya (keluh-kesah), agar dapat tetap menjadi penyambung lidah TUHAN. Dan jika itu dilakukan maka TUHAN akan bersamanya menghadapi orang-orang yang melawannya. 

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan keberadaan hidup kita.

  • Apakah kita pernah berkeluh-kesah kepada TUHAN? Tentang hak mendapat kebaikan.
  • Apakah kita pernah memperhatikan (mempertanyakan) keluh-kesah kita? Sudah tepatkah?
  • Rindukah kita menjadi penyambung lidah TUHAN dan berjalan bersama TUHAN dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan?

Tekadku
TUHAN, buatlah aku untuk lebih memperhatikan kembali setiap perasaan ‘negatif’ terhadap TUHAN dan tidak cenderung berkeluh-kesah secara tidak pantas kepada TUHAN, jika menghadapi tantangan kehidupan dari pihak lain.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya berusaha lebih mengoreksi diri daripada mempertanyakan keberpihakkan TUHAN atau mengeluhkan tantangan kehidupan dari pihak lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«