suplemenGKI.com

Senin,14 Juni 2021

13/06/2021

HORMATILAH DAULAT ALLAH

Ayub 38 : 1 – 11 

Pengantar
Perasaan dan sikap kagum dan hormat seseorang kepada pihak lain, dapat muncul dari beberapa alasan. Salah satu alasannya adalah karena adanya kelebihan (status atau kedudukan sosial, kekuasaan, kekuatan, atau kemampuan) yang dimiliki oleh pihak lain tersebut. Hal itulah menyebabkan seseorang yang merasa memiliki kekurangan akan bersedia mengikuti atau melakukan apa yang diinginkan atau diperintahkan oleh pihak yang dihormatinya. Dalam bacaan Alkitab pada hari ini, yaitu Ayub 38 : 1 – 11, kita diajak untuk melihat keberadaan kita di hadapan ALLAH yang mahakuasa dan berdaulat penuh atas hidup ini, serta bagaimana kita harus bersikap kepada-NYA.

Pemahaman
Ayat 1 – 3             :  Bagaimana keberadaan manusia di hadapan kemahakuasaan ALLAH?
Ayat 4 – 11           :  Apa sajakah pertanyaan dari ALLAH yang perlu kita renungkan?

Kehadiran ALLAH dalam badai telah menyatakan betapa berkuasanya TUHAN atas alam semesta, dan sesungguhnya manusia tak akan mampu mengerti segala keputusan ALLAH dengan pengetahuan dirinya yang terbatas (sangat kurang), yang memang tidak akan sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan dari ALLAH tentang terjadinya alam semesta. Dan sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan dari ALLAH ini, lebih bertujuan untuk membawa manusia menyadari tentang siapa dirinya.

Bahwa atas terjadinya atau terciptanya alam semesta bahkan segala aktivitas alam semesta yang sungguh mengagumkan ini, tak seorangpun yang sanggup menceritakan atau menjelaskannya secara tepat, bukan saja karena manusia tidak hadir pada saat terjadinya atau terciptanya alam semesta tetapi karena begitu terbatasnya (kurangnya) pengetahuan dan pengertian manusia.

Melalui semuanya ini, Ayub disadarkan oleh ALLAH tentang peristiwa penuh “tanda tanya” yang dialaminya, yang tak dapat ia mengerti dan ketahui penyebab sesungguhnyanya. Dengan demikan maka seharusnya Ayub menjadi hormat dan tunduk kepada ALLAH dan Ayub diajak untuk menempatkan diri secara benar, bahwa ia (manusia) adalah bagian dari ciptaan ALLAH dan ALLAH berkuasa (berdaulat penuh) untuk mengaturnya, tetapi sekaligus memeliharanya.

Jadi marilah kita makin kagum dan hormat kepada ALLAH yang tidak saja hebat dalam karya cipta-NYA tapi juga hebat dalam kasih-NYA yang memelihara dan menyelamatkan semuanya. Sesungguhnya ALLAH adalah Pencipta yang berdaulat penuh atas hidup kita, dan bahwa DIA tak pernah meninggalkan segala perbuatan tangan-NYA.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita pernah mempertanyakan kehendak dan rancangan ALLAH dalam hidup kita?
  • Apakah kita tetap menjaga sikap kagum dan hormat (tunduk dan taat) akan segala kehendak dan rancangan ALLAH? 

Tekad
TUHAN, jadikan aku sebagai umat-MU yang tetap kagum dan hormat kepada-MU, Sang Pencipta, Pemelihara dan Penyelamat hidup kami. 

Tindakanku
Dalam situasi pandemi Covid-19 dan di segala waktu, saya akan terus berupaya untuk taat dan memuliakan ALLAH dalam setiap karya hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«