suplemenGKI.com

KEJADIAN 32:22-26

MENANGGALKAN DOSA

 

Pengantar
Siapa yang tidak mengenal Yakub? Seorang tokoh dalam Perjanjian Lama yang dikenal melakukan banyak tindakan penipuan. Citra diri sebagai penipu tampaknya disadari oleh Yakub. Yakub sadar atas tindakannya di masa lalu yang telah menipu Ayahnya, Saudaranya Esau dan pamannya Laban. Masa lalu yang kelam telah menumbuhkan kegelisahan dalam diri Yakub. Kegelisahan semakin kuat saat Yakub mendengar bahwa saudaranya Esau datang bersama 400 orang (32:6).

Pemahaman

Ayat 22-24   Apa yang sebenarnya sedang dialami Yakub?

Ayat 25-26   Apa yang terjadi dalam pergulatan Yakub dengan seorang laki-laki?

Yakub membawa kedua istri, kedua budaknya perempuan, kesebelas anak-anaknya dan juga harta miliknya menyeberangi sungai Yabok (ayat 22-23). Teks bacaan tidak menjelaskan alasan Yakub melakukan hal itu. Bisa jadi untuk alasan keamanan mengingat Yakub takut terhadap Esau yang hendak menjumpai dirinya. Namun terlepas dari alasan keamanan, tindakan Yakub adalah bentuk kegelisahannya. Disaat Yakub tengah mengalami kegelisahan, datanglah seorang laki-laki bergulat dengan Yakub (ayat 24).

Dalam pergulatan itu sendi pangkal paha Yakub terpelecok (ayat 25). Yakub memperlihatkan kegigihannya. Ia tidak memperkenankan laki-laki itu pergi dan menuntut berkat dari padanya (ayat 26). Pergulatan ini tidak dapat dipahami sebagai pergulatan fisik. Pergulatan Yakub mengandung makna religius. Yakub yang gelisah dengan masa lalunya, berjuang untuk melepaskan diri. Yakub tidak ingin hidup dalam ketakutan. Yakub ingin mengubah masa lalunya yang kelam. Yakub ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Kemauan dan kesungguhan memotivasi Yakub melangkahkan kaki dari masa lalu ke masa depan. Ia tahu bahwa meninggalkan kehidupan lama yang penuh dengan tipu muslihat membutuhkan perjuangan yang sungguh-sungguh. Hal inilah yang menjadi pesan teks bacaan pada hari ini. Umat Tuhan diajak untuk belajar dari Yakub. Bersedia menanggalkan kehidupan lama yang dipenuhi oleh dosa. Hidup dalam dosa hanya akan mengakibatkan umat hidup dalam kegelisahan dan kehancuran.

Refleksi
Sudahkah kita hidup berkenan dihadapan Allah? Sudahkah kita membuka hati untuk menanggalkan kehidupan yang lama?

Tekadku
Ya Allah mampukan kami untuk menanggalkan kehidupan lama yang tidak berkenan dihadapan-Mu. Mampukan kami hidup kudus dihadapan-Mu

Tindakanku
Membangun kehidupan spiritual yang baik dengan cara tekun dalam doa, tekun dalam ibadah dan mempelajari firman Tuhan. Juga membangun hubungan penuh kasih dengan sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«